Senin, 26 September 2016

Polres Probolinggo Gandeng Dinkes & Dinsos Periksa Kesehatan Santri Dimas Kanjeng

Probolinggo - Beberapa hari setelah guru besar Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap polisi, ternyata ratusan santri yang berasal dari berbagai daerah seluruh Tanah Air masih tetap bertahan di sekitar padepokan yang terletak di Probolinggo.

Orang-orang setia Dimas Kanjeng ini tinggal di tenda-tenda yang dibuat secara sederhana. Para santri ini mengaku setia menunggu guru besarnya kembali ke padepokan. Tenda-tenda yang terbuat dari terpal plastik, dihuni ratusan santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang terletak di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Terkait hal tersebut, Polres Probolinggo berinisiatif untuk membuka pos pengaduan bagi pengikut Dimas Kanjeng yang merasa dirugikan. Namun, belum satu pun laporan yang diterima oleh posko.

"Kami membuka pos pengaduan khusus untuk para pengikut Dimas Kanjeng, siang dan malam. Kami persilahkan bagi para pengikutnya yang mau melaporkan hal-hal yang menjadi beban," ungkap Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin di lokasi padepokan, Senin (26/9) siang tadi.

Selain itu, Polres Probolinggo juga menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan para pengikut Dimas Kanjeng yang bisa dikatakan cukup memprihatinkan. Karena kebanyakan juga pendatang dari berbagai kota seluruh Indonesia, sehingga mereka membawa perbekalan seadanya. Tak ketinggalan juga dari Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, juga ikut mendata dan siap memfasilitasi akomodasi bagi para pengikut Dimas Kanjeng yang ingin kembali ke rumah asalnya.