Rabu, 26 Oktober 2016

Polres Probolinggo Amankan Aksi Unras Tolak Normalisasi Sungai Pancar Glagas

Probolinggo - Sejumlah warga Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/10) pagi tadi melakukan aksi unjuk rasa. Aksi tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah agar menutup atau menghentikan kegiatan penambangan sirtu yang menggunakan alat berat yang dilakukan oleh CV Dwi Jaya di sungai Pancar Glagas.

Sebelumnya, pemilik CV sudah menyelenggarakan MOU dengan warga setempat dengen memberikan kompensasi kepada 50 kepala keluarga berupa beras 5 kg perbulan. Namun, hal tersebut tidak dilaksanakan oleh pihak CV. Selain itu, penggalian yang menurut warga terlalu dalam hingga dibawah permukaan air, mengakibatkan permukaan air sumur milik warga turun yang akhirnya warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Penggalian juga dilakukan hingga mendekati rumah warga yang dikhawatirkan dapat menimbulkan tanah longsor dan mengancam keselamatan warga yang tinggal di dekat sungai.

Aksi unras pagi tadi tak hanya dari warga Desa Glagah saja, melainkan juga dari warga Desa Pandean dan Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, karena dua desa tersebut berdekatan dengan Desa Glagah. Untuk mengamankan jalannya aksi unras, Polres Probolinggo mengerahkan puluhan personel berjaga di sekitar tempat unras. Pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Probolinggo Kompol Budi Sulistyanto. Aksi unras pun berakhir dengan tertib setelah adanya mediasi dari perwakilan warga dan pihak-pihak yang terkait.