Kamis, 03 November 2016

450 Personel Gabungan Amankan Sidang Terdakwa Pembunuh Mantan Pengikut Dimas Kanjeng

Probolinggo - Sidang perdana kasus pembunuhan terhadap 7 tersangka suruhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mulai disidangkan di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Kamis (3/11) pagi tadi.

Dalam persidangan ini, kepolisian menyiapkan sekitar 450 personel gabungan dari Polres Probolinggo dan Brimob Polda Jawa Timur. 150 personel stand by di Pengadilan Negeri Probolinggo yang terbagi menjadi empat tim, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin. Sedangkan 300 personel disiagakan di mako Polres Probolinggo.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yudistira Alfian. Agenda sidang pertama ini adalah pembacaan dakwaan terhadap ketujuh tersangka terkait kasus pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Ghani. Secara bertahap, tujuh tersangka digelandang masuk ke ruang sidang dengan berkas perkara berbeda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan terhadap empat tersangka, yakni Wahyu Wijaya, Wahyudi, Kurniadi, dan Ahmad Suryono, karena melakukan pembunuhan terhadap Abdul Ghani, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Korban saat itu dibunuh di padepokan dan mayatnya dibuang di Wonogiri, Jawa Tengah. Para terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 tentang pembunuhan.

Menurut Prayuda Rudi Nurcahya, selaku pengacara 4 terdakwa, kliennya keberatan atas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum. Hanya saja, pengacara engga menyebutkan dakwaan apa yang menjadikan semua terdakwa keberatan.

Usai pembacaan dakwaan, sidang ditutup. Sidang esepsi terdakwa akan digelar pada hari Kamis (10/11) pekan depan.