Selasa, 01 November 2016

Peringati Sumpah Pemuda, Polres Probolinggo Gelar Apel Pelajar SMA/SMK Se-Kabupaten Probolinggo



Probolinggo - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88, Polres Probolinggo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik), menggelar Apel Pelajar SMA/SMK di Mapolres Probolinggo, Jum’at (28/10) pagi.

Apel yang mengambil tema "Membentuk Generasi Muda Berakhlakul Karimah” ini dihadiri oleh Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin sekaligus sebagai inspektur upacara, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan keluarga besar Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Dalam Apel Pelajar SMA-SMK yang dimeriahkan penampilan Polisi Cilik SDN Patokan 1 Kecamatan Kraksaan binaan Polres Probolinggo ini dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) penanganan kenakalan remaja/pelajar di wilayah hukum Kabupaten Probolinggo. Penandatanganan dilakukan oleh Kapolres AKBP Arman Asmara Syarifuddin dan Kepala Dispendik Tutug Edi Utomo.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin dalam sambutannya meminta semua peserta apel pelajar SMA/SMK untuk tidak ada yang terlibat masalah penyalahgunaan narkoba.

“Untuk para pelajar SMA dan SMK sekalian untuk tidak terlibat dalam kenakalan remaja lainnya hingga apa yang menjadi harapan orang tua siswa dan siswi untuk benar-benar berhasil menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan Negara,” katanya.

Menurut Kapolres, Polri bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta sebagai penegak hukum.

“Namun semua tugas yang diemban polri tidak serta merta bisa dilaksanakan sendiri tanpa ada keterlibatan atau dukungan dari masyarakat termasuk dukungan dari siswa dan siswi untuk tidak melakukan pelanggaran hukum apalagi tindak pidana agar menjadi generasi penerus pemimpin bangsa,” tegasnya.

Pada umumnya jelas Kapolres, kenakalan remaja diawali oleh faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu siswa dan siswi dihimbau untuk menghindarkan diri dari semua tindakan yang bertentangan dengan hukum dan taati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Penyiapan untuk sumber daya manusia tahun 2045, memang tidak bisa sendirian. Harus ada sinergitas dari berbagai pihak salah satunya dari kepolisian,” tambah Tutug Edi.