Senin, 21 November 2016

Seorang Polisi Tewas Saat Selamatkan Keluarga Dari Kobaran Api

Probolinggo - Polres Probolinggo berduka. Ipda Budi Karyono, 48, salah satu anggota yang menjabat sebagai Kasi Pengawasan (Kasiwas) itu tak tertolong nyawanya saat berusaha menyelamatkan istri dan ibu mertuanya dari amukan si jago merah, Sabtu (19/11).

Ipda Budi Karyono menghembuskan nafas terakhir, setelah mengeluarkan banyak darah akibat luka di nadinya. Nadi korban terluka, setelah terkena pecahan jendela toko sembako miliknya, di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 05.00. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Ipda Budi, saat ia keluar dari kamar mandi. Letak kamar mandi sendiri, tepat di belakang toko sembako tersebut. Ipda Budi terkejut saat melihat ada asap dan api di dalam tokonya. Sehingga, korban pun berusaha segera memadamkan api di dalam tokonya. Karena kondisi toko dalam keadaan terkunci, diduga korban memecahkan kaca jendela menggunakan tangannya. Hingga akhirnya, lengan kiri tepatnya di atas siku terluka kena pecahan kaca, dan mengenai urat nadinya. Sehingga, darah terus mengalir dari lengan tangannya tersebut.

Awalnya, korban Budi tidak menyadari jika lengannya terluka. Budi tetap nekat masuk ke dalam toko, dengan melewati jendela. Tetapi, Budi tidak berhasil memadamkan api yang semakin besar. Sehingga, korban memutuskan keluar dari toko, dan masuk ke dalam rumah yang lokasinya berdempetan. Yang ada di pikiran Budi saat itu, ia harus menyelamatkan istrinya, Ida Royani dan ibu mertuanya, Turyati. Saat kejadian, istrinya tengah memasak di dapur.

Sementara mertuanya tengah Salat. Dengan lengan berlumuran darah, Budi menyelamatkan istri dan mertuanya ke rumah tetangga korban. Ia hanya membebat tangannya dengan kaos. Pada saat itu, tetangga korban banyak berdatangan untuk membantu memadamkan api.

Budi yang menyadari keluar banyak darah, meminta diantar ke rumah sakit. Dengan menggunakan mobil korban, warga mengantar korban ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Sayangnya, nyawa bapak dua anak ini tidak tertolong.

Tak lama setelah menjalani perawatan di IGD, korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 06.00. Korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang jaraknya hanya 10 meter dari kediaman korban.

Sementara itu, proses pemadaman api berjalan dramatis. Warga sampai harus menjebol pipa saluran air di depan rumah korban untuk memadamkan api. Api baru padam sekitar pukul 07.00.

Milyana, 50, penjaga SD Negeri Betek II Krucil mengatakan, begitu mendapat kabar kebakaran di rumah korban, ia segera berlari ke lokasi kejadian. Ternyata, sesampai di lokasi, sudah banyak warga yang membantu memadamkan api. Kondisi api saat itu sudah mulai membesar. Ia juga melihat Budi lemas di teras rumahnya, dengan tangan mengeluarkan darah.

“Saya tidak tahu pasti awal kejadian kebakaran. Saya datang ke lokasi, api sudah besar. Terus, Pak Budi ini juga mau dibawa ke rumah sakit, karena darahnya mengalir terus dari tangannya,” kata pria yang biasa disapa Yon itu.

Sementara itu, Wakapolres Probolinggo, Kompol Hendy mengatakan, kebakaran juga meludeskan toko korban yang berukuran 3x5 meter.

“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat adanya korsleting pada listrik dalam toko korban. Kami masih akan menyelidiki lebih lanjut kejadian kebakaran ini,” terangnya.

Selama ini, korban meurut Kompol Hendy, merupakan pribadi yang disiplin dalam tugas. Selain itu, korban juga pandai bergaul dan responsif. Ketika mendapat tugas, Ipda Budi langsung melaksanakan. “Pak Budi ini juga sempat menjabat sebagai Kanit Intel di Polsek Krucil,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hendy yang mewakili Kapolres AKBP Arman Asmara Syarifudin, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa korban. Korban kemudian dimakamkan sekitar pukul 11.30 dengan upacara militer yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Istono.