Selasa, 22 November 2016

Tim Gabungan Polres Probolinggo Lakukan Razia Di Lapas Kraksaan

Probolinggo - Tim gabungan dari Kepolisian Resort Probolinggo, melakukan razia narkoba di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kraksaan, Selasa (22/11) pagi tadi yang dipimpin Kabagops Kompol Budi Sulistyanto. Sasaran dalam razia kali ini adalah peredaran narkoba di dalam lapas.

Razia kali ini dilakukan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Sejumlah petugas gabungan dari Satreskrim, Satreskoba, Sat Sabhara, Satintelkam dan Propam Polres Probolinggo, masuk secara tiba-tiba ke dalam lapas dan memeriksa satu per satu bilik tahanan di lapas, termasuk menggeledah barang bawaan narapidana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan juga beredarnya benda-benda mencurigakan yang ada di sel tahanan.

Pada saat razia berlangsung, seluruh ruangan sel tahanan Rutan Kraksaandigeledah oleh petugas, dan satu persatu tahanan dikeluarkan dari sel, dan dilakukan penggeledahan. Dalam razia tersebut yang dilakukan di empat blok itu, petugas kepolisian menemukan barang yang dicari di dalam sel tahanan. Barang itu berupa 7 butir pil dextro yang ditemukan di sel 1A dari seorang tanahan bernama Hosnan (25), warga Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan.

Dari pengakuan Hosnan, pil dekstro itu berjumlah 15 butir, namun 8 butir lainyya sudah dikonsumsi olehnya. Barang itu didapat dari sesama penghuni rutan bernama Abdullah (30), warga Desa Matekan, Kecamatan Besuk. Abdullah ini merupakan terpidana dalam kasus pencurian dan sudah menjalani proses hukuman dan keluar dari Rutan sekitar pukul 7.00 Wib pagi tadi.

“Hosnan saat ini menjalani proses sidang dalam tindak perkara pelanggaran pasal 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, belum tuntutan. Kami akan kejar pemasoknya, darimana ia mendapatkan barang itu dan bagaimana barang itu bisa masuk ke rutan,” ujar Kasatnarkoba Polres Probolinggo AKP Suherly Sanjaya.

Disinyalir, barang haram tersebut diperoleh Husnan karena adanya keterlibatan oknum sipir Rutan. Karutan Kelas IIB Kraksaan Mohammad Kafi sendiri tak menampik adanya temuan tersebut. Namun, ia menyangkal adanya keterlibatan petugas Rutan dalam peredaran barang narkotika di dalam Rutan. Menurutnya, barang haram itu bisa jadi didapatkan penghuni rutan dari orang luar. Caranya adalah dengan melempar barang itu dari balik tembok penjara. Terutama dari sisi barat Rutan yang merupakan jalan raya dan berbatasan langsung dengan dinding rutan.