Jumat, 23 Desember 2016

Hadir Sebagai Saksi, Polisi Perketat Pengamanan Sidang Dimas Kanjeng

Probolinggo - Dimas Kanjeng datang ke sidang kasus pembunuhan mantan dua anak buahnya yakni Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Taat Pribadi hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo sebagai saksi.

Taat Pribadi datang dengan pengawalan ketat dari petugas. Taat terlihat mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dipadukan celana warna hitam.

Sesampainya di PN Kraksaan Probolinggo, Dimas Kanjeng langsung menuju ke lantai dua PN Kraksaan. Taat Pribadi awalnya meminta diperiksa tanpa pengambilan sumpah, namun hakim Yudistira menolak.

Saat memberikan keterangan pada sidang 22 Desember 2016 kemarin, Taat yang juga menjadi tersangka merasa tidak ingat dengan keterangan yang disampaikannya pada BAP. Bahkan Taat juga merasa tidak ingat dengan kejadian di padepokan.

Saat ditanya tanggal kejadian pembunuhan Abdul Ghani, Taat Pribadi menyebut kejadiannya tahun ini dan mengaku pengikutnya terbunuh. Taat juga mengaku tidak tahu saat ditanya tentang motif pembunuhan Gani. Tapi dia mengaku sempat memberikan uang kepada Wahyu Wijaya sebesar Rp 130 juta. Taat menyebut uang itu akan dipinjam Abdul Ghani dan Wahyu menjadi perantara.

Dalam sidang tersebut, Dimas Kanjeng juga membantah tudingan dia terlibat dalam kasus pembunuhan mantan dua pengikutnya. Taat Pribadi mengaku tidak tidak menyuruh para sultannya untuk membunuh Abdul Gani dan Ismail Hidayat.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kraksaan, Joko Wiyanto mengatakan Dimas Kanjeng sengaja dihadirkan untuk diminta keterangan karena para terdakwa menyebut Taat yang sudah memerintah mereka. Joko menyebut para terdakwa juga mengakui mendapat imbalan dari Taat Pribadi setelah melakukan perintah itu.

Sidang lanjutan kasus pembunuhan pada dua mantan pengikut Taat Pribadi dijaga ketat. Setidaknya sekitar 500 personel gabungan dari Polres Probolinggo dan Brimob Polda Jatim dikerahkan untuk mengamankan jalannya persidangan.

Kepala Polres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syaifuddin mengataan pengamanan dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi hadirnya pengikut setia Dimas Kanjeng baik diluar maupaun di dalam persidangan. Kapolres menambahkan para pengunjung diperiksa dan diminta tertib selama sidang berlangsung.