Jumat, 23 Desember 2016

Polisi Buru Dua Pelaku Pelemparan Bondet Yang Diduga Masih Saudara Korban

Probolinggo - Polres Probolinggo terus mendalami kematian Masto (55) yang tewas dibondet, Sabtu (17/12) malam lalu. Polisi kini mengejar dua orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan bondet. Dugaan sementara pelaku masih ada hubungan keluarga dengan korban dan aksi itu dipicu balas dendam.

Hingga saat ini, rumah kediaman almahrum Masto, warga Desa Duren, Kecamatan Gading, masih terpasang garis polisi. Kondisi di dalam rumah yang digaris polisi terlihat lengang. Sementara beberapa warga yang penasaran dengan tewasnya pria payuh baya ini, masih berdatangan untuk melihat TKP.

Pihak kepolisian yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, tengah mengejar pelaku pelemparan bondet. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi-saksi, polisi pun telah mengantongi nama dua warga.

“Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian ada dua orang yang memakai sepeda motor di malam itu yang diduga melakukan atau sebagai pelaku dan tengah didalami untuk mengungkap ini,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP. Arman Asmara Syarifuddin.

Dua orang ini, diduga pelaku pelemparan bondet berdaya ledak tinggi yang menghantam kepala, sehingga korban tewas seketika. Kedua warga yang dicurigai ini, masih ada hubungan kekeluargaan dengan korban. Apalagi sebelum kejadian pelemparan, mereka terlibat pertengkaran terkait masalah santet.

“Yang kita curigai masih saudara. Motifnya balas dendam karena saksi mengatakan sebelum kejadian itu ada pertengkaran antara mereka,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Masto tewas setelah terkena lemparan bondet. Dimana korban yang tengah tidur pulas di beranda rumahnya, dikejutkan oleh suara ketukan pintu dari luar. Korban lalu keluar rumah dan seketika dilempar bondet oleh pelaku.

Diperkirakan motivasi pelaku dipicu oleh isu santet, dimana korban selama ini dicurigai warga memiliki ilmu hitam jenis santet. Hal ini juga dikuatkan dengan keahlian korban sebagai dukun desa bagi sejumlah warga di lereng pegunungan Argopuro, selain bekerja sebagai petani.