Selasa, 13 Desember 2016

Terkait Kasus Pencurian Kayu, Polres Probolinggo Bebaskan Suami Ngati

Probolinggo - Kasus pencurian sebatang kayu pinus yang dilakukan Bambang (38), suami Ngati, warga Desa Pandansari, Kecamatan Sumber pada Rabu (2/12) lalu, akhirnya dilepaskan oleh Polsek Sumber pada Kamis (8/12) malam. Pelepasan Bambang didasarkan pada pertimbangan restorative justice atau penyelesaian perkara secara kekeluargaan, berkat dicabutnya berkas laporan oleh pihak pelapor yakni Perhutani.

Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin yang memimpin langsung mediasi antara pihak perhutani dan terlapor yang diwakili oleh kades Pandansari, Tiarso. Kapolres mengungkapkan, hasil mediasi diputuskan, terlapor, dalam hal ini yakni Bambang, bisa dilepaskan dengan persetujuan sejumlah pihak termasuk Perhutani sendiri.

"Kami sepakat melepas tersangka dengan pertimbangan diadakannya restorative justice. Sebagai upaya penegakkan hukum sesuai dengan surat edaran mahkamah agung (Sema) nomor 2 tahun 2012 yang mengatur tentang penyelesaian perkara dengan kerugian materiil di bawah Rp 2,5 juta, dilakukan secara kekeluargaan," Kata Kapolres, di Mapolsek Sumber.

Tak lama setelah dilakukan mediasi, Kapolres pun meminta agar Bambang segera dilepaskan dari sel tahanan Mapolsek Sumber. Tepat pukul 21.00 Wib, Bambang resmi dipulangkan dan langsung disambut dengan peluk dan cium oleh istrinya Ngati, yang sudah menunggunya sejak sore.

Disaksikan Kapolsek Sumber dan kepala desa serta sejumlah anggota polsek lainnya, Bambang mengaku sangat menyesal dan mengaku tidak tahu kalau perbuatannya mengambil kayu milik perhutani adalah tindakan melawan hukum. "Saya orang awam, tidak tahu kalau kayu itu ada yg punya, meskipun sudah roboh. Niatnya hanya untuk buat tiang pancang rumah yang sudah hampir roboh," ujar Bambang.

Bambang pun mengaku sangat menyesal, telah mencuri kayu milik perhutani. Bahkan ketika dijelaskan terkait pasal dan ancaman hukuman yang disampaikan Kapolres, Bambang menyampaikan jika dia tidak akan mengulanginya lagi.

Sementara Ngati, istri Bambang yang telah lama menanti akhirnya bisa tersenyum riang. Setelah sebelumnya, terlihat murung dan khawatir lantaran meninggalkan anaknya sendirian di rumah. Ngati pun dengan hangat memeluk dan mencium tangan suaminya. "Senang melihat suami lagi, apalagi sekarang bisa kumpul lagi dirumah. Anak kami sudah menunggu dari tadi," ungkap Ngati.

Tak hanya memediasi persoalan ini, Kapolres juga memberikan sejumlah sembako dan bantuan kepada keluarga tersebut.