Selasa, 10 Januari 2017

Dituding Punya Ilmu Santet, Dua Warga Bantaran Dimediasi

PROBOLINGGO - Isu tentang kasus santet akhir-akhir ini makin marak di Probolinggo. Tuduhan ilmu santet itu salah satunya menimpa Jumaaton, warga Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Ia dituduh oleh tetangganya sendiri yakni Urip Wahyudi.

Dari hasil deteksi dini intelijen Polres Probolinggo itulah kemudian Muspika Bantaran bersama perangkat desa setempat mengambil inisiatif untuk mempertemukan keduanya agar bisa dilakukan mediasi secara musyawarah. Mediasi itu dilaksanakan di rumah kepala desa Bantaran H. Isyek, Selasa (10/1) pagi tadi.

Sebelumnya, salah satu tetangga Jomaaton sering menitipkan anaknya kepada istrinya yang masih berumur 20 bulan. Dari situ, Urip sempat menyampaikan kepada tetangganya agar tidak sering menitipkan anaknya kepada yang bersangkutan karena memiliki ilmu santet. Tuduhan itu sendiri disampaikan Urip sekitar bulan Oktober 2016 lalu.

Dari hasil musyawarah, pihak keluarga Urip mengakui kesalahannya dan bersedia meminta maaf kepada Jomaaton karena telah menuduhnya tanpa bukti. Jomaaton sendiri bersedia memaafkan Urip namun disertai dengan surat pertanyaan bermaterai untuk mencegah terulangnya masalah yang serupa.