Selasa, 03 Januari 2017

Empat Titik Rawan Kriminal Di Wilayah Hukum Polres Probolinggo

PROBOLINGGO - Aksi kejahatan jalanan (Begal), makin meningkat di wilayah hukum Polres Probolinggo, sepanjang 2016. Aksi tindak kriminal ini, didominasi oleh pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor. Meski demikian, aksi kejahatan seperti pengeroyokan dan penipuan, justru turun.

Berdasarkan data sepanjang 2015 ada 380 laporan tindak kriminal umum, 24 laporan tindak pidana tertentu dan 36 laporan kekerasan perempuan dan anak. Dari total 440 laporan, 304 kasus dapat diselesaikan Polres Probolinggo. Pada 2016, laporan kriminal umum meningkat, menjadi 435 laporan, tindak pidana tertentu juga meningkat, menjadi 29 laporan. Sementara kekerasan perempuan dan anak, turun menjadi 26 laporan. Secara keseluruhan, tindak pidana umum mengalami kenaikan sebanyak 11 persen dari tahun 2015, tindak pedana tertentu naik 8 persen, dan kekerasan pada perempuan dan anak naik 52 persen.

Sementara itu, tersangka, masih didominasi oleh pria, dimana terjadi peningkatan pelaku. Pada tindak kriminal umum, pada 2015 ada 269 tersangka. 2016, jumlahnya mencapai 302 orang. Tindak pidana tertentu, yang tadinya sebanyak 32 tersangka pada 2015, turun menjadi 28 tersangka pada 2016, itu berarti ada penurunan sebanyak 14 persen. Pada tindak pidana kekerasan pada perempuan dan anak, juga mengalami penurunan jumlah tersangka sebanyak 66 persen. Pada 2015 ada 25 tersangka, turun menjadi 15 tersangka pada 2016.

Pada keadaan tersebut, pihak Polres Probolinggo telah memetakan wilayah dengan kerawanan khusus. Meliputi, wilayah perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Lumajang, perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Kota Probolinggo, perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Pasuruan, perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Situbondo, dan di kecamatan yang berada di tengah. Tepatnya di sekitar Kecamatan Leces. “Sementara wilayah itu, yang terpantau rawan tindak kriminal,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat gelar press release, Selasa (3/1).

Kemungkinan pelaku berasal dari daerah lain, sangat besar. Sebab, rata-rata kenaikan tindak kriminal, mengarah pada pencurian dengan pemberatan, semacam begal dan jambret. Dikatakan kapolres, untuk mengantisipasi dan menekan tindak criminal semacam itu, kesadaran masyarakat juga sangat berpengaruh, dalam menjaga kamtibmas demi kepentingan bersama.“Penting juga untuk meningkatkan kewaspadaan warga seperti, meningkatkan kemampuan cegah dini dari berbagai ancaman kriminal,” ujar Arman kemudian.

Sementara internal kepolisian Probolinggo, petugas dituntut  konsisten mengawal kamtibmas, dengan target tercipta suasana aman dan kondusif. Selain itu, armada patrol dan persenjataan, juga
telah diperbarui, untuk mendukung pengamanan wilayah hukum Polres Probolinggo.