Selasa, 10 Januari 2017

Kapolsek Tegalsiwalan Pimpin Pengamanan Mogok Kerja Karyawan PT. CPN

PROBOLINGGO – Ratusan karyawan PT Cendana Putra Nusantara (CPN) di Desa Paras Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Senin (9/1) sekitar pukul 07.00 melakukan aksi mogok kerja.

Aksi tersebut digelar dengan tujuan menuntut kenaikan gaji sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten) yang berlaku di Kabupaten Probolinggo saat ini, yaitu Rp 1,8 juta.

Untuk mengantisipasi hal yang diinginkan, Polres Probolinggo menerjunkan 1 kompi personil (Pengaman terbuka dan tertutup) untuk mengamankan aksi yang diikuti 600 orang tersebut.

Hampir karyawan pabrik tersebut ikut dalam aksi kemarin. Mereka bergantian melakukan orasi, menuntut pembayaran gaji sesuai UMK. Mereka mengaku selama dua tahun ini bekerja mengolah kayu mentah menjadi plywood dan digaji Rp 800 ribu saja satu bulan.

“Sehari kami bekerja selama 9 jam. Tapi kenapa gaji kami masih segitu. Padahal perusahaan lainnya sudah memberlakukan upah sesuai UMK,” ujar Solehan, koordinator aksi tersebut dalam orasinya.

Menurutnya, para karyawan sebenarnya enggan melakukan aksi mogok kerja. Tapi, sudah dua tahun lalu tuntutan itu diajukan. Sedangkan pihak manajemen tetap bergeming. Akhirnya mereka nekat melakukan mogok kerja. “Dua tahun bukan waktu yang sebentar bagi kami untuk bersabar. Sedangkan kebutuhan rumah tangga kami terus meningkat,” ungkapnya.

Aksi mogok kerja tersebut sontak langsung mendapat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja  dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 11.00, Kepala Disnakertrans Sigit Sumarsono tampak langsung turun ke lokasi. Selanjutnya, ia mengadakan pertemuan dengan manajemen pabrik dan perwakilan karyawan.

“Demo boleh saja, tapi ada aturannya, dan harus sepengetahuan pihak disnaker, kepolisian, serta pihak pabrik sendiri. Itu yang sangat kami sayangkan, meski alasan beberapa perwakilan pendemo mengatakan jika aksi mogok itu dilakukan secara spontan,” ujar Kepala Disnakertrans Sigit Sumarsono, kemarin.

Menurut Sigit, aksi demo bukanlah solusi. Mediasi secara baik-baik adalah cara yang paling utama untuk menyelesaikan masalah perusahaan dengan pekerja.

Selanjutnya, Sigit mengatakan bahwa dari pertemuan tripartite telah dicapai kesepakatan. Pihak manajemen pabrik akan memenuhi tuntutan karyawan, yaitu memberi gaji sesuai UMK. “Dengan catatan, kebijakan tersebut akan melalui masa uji coba. Perusahaan akan menilai kinerja karyawannya sebagai pertimbangan kenaikan gajinya,” terang Sigit.

Sementara itu mewakili pihak perusahaan, Bambang Agus yang menjabat sebagai staf personalia mengatakan, pihaknya sepakat akan menaikkan gaji para karyawan.  “Tetapi sistem penggajiannnya akan berbeda, karena akan pakai sistem borongan. Jadi, gaji karyawan ditentukan berapa banyak kemampuan dari grup itu mengerjakan olahan kayu,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Tegalsiwalan AKP Jamal mengatakan terkait dengan aksi ini pihaknya hanya melakukan pengamanan. “Alhamdulillah, berjalan dengan lancar meski jumlah massa sedikit banyak,” tandasnya. (humas/rob)