Selasa, 10 Januari 2017

Nelayan Hilang, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

PROBOLINGGO – Muhlasin (55), yang dikabarkan hilang di perairan laut Kota Probolinggo sejak Senin (9/1) dini hari akhirnya ditemukan oleh tim gabungan Selasa (10/1) pagi. Namun sayang, nelayan asal Dusun Tanah Merah, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini ditemukan sudah tidak benyawa lagi.

Pencarian Muhlasin sendiri sudah dilakukan keluarga korban dan enam anggota Polair Probolinggo melakukan pencarian. Bersama empat keluarga korban, petugas menyisir sepanjang pantai menggunakan kapal patroli. Mereka menyisir pantai dari Pelabuhan Tanjung Tembaga sampai perairan Tongas. Namun dihari pertama, petugas tidak menemukan korban dan pencarian pun dihentikan Senin sore.
Setelah dilanjutkan dihari kedua, Sat Polair Polres Probolinggo yang dibantu oleh nelayan akhirnya menemukan Muhlasin yang sudah tidak bernyawa lagi di sekitar peraian Mayangan Kota Probolinggo.

“Alhamdululillah, dihari kedua ini kami sudah menemukan jenazah korban di sekitar perairan mayangan,” kata Kepala Satuan Polair Polres Probolinggo AKP Nur Machfud.

Menurut Ayup (45), adik korban yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo sebelum ditemukan, Muhlasin diduga tenggelam setelah mengalami benturan saat mencari cumi-cumi. Dahi korban terbentur mesin kapal. “Kata temannya, kakak saya dahinya kena slenger, terus jatuh ke laut. Katanya kejadiannya dekat pelabuhan,” terang Ayup.

Korban bersama sejumlah rekannya disebutkan mencari cumi-cumi menggunakan perahu sendiri-sendiri.  Mereka berangkat melaut pada Senin sekitar pukul 18.00. Saat dahi Muhlasin terbentur besi mesin, ada rekannya yang sempat melihat. “Mungkin pusing setelah kena besi slenger, kemudian kakak saya jatuh kelaut,” tambah Ayup.

Setelah kejadian itu, kapal korban melaju sendiri tanpa kendali hingga menabrak dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga. Kapal itu pun hancur. “Temannya yang melihat kalau kapal korban berjalan sendiri tanpa awak. Terus paginya, salah seorang nelayan bernama Naripin melihat ada kepingan kapal di dermaga,” kata Ayup. (humas/rob)