Senin, 23 Januari 2017

Seorang Pemuda Tertangkap Basah Curi Uang Jutaan

PROBOLINGGO – Tak memiliki pekerjaan, membuat Samsul Arifin (25), berani berbuat nekat. Warga Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, itu tertangkap basah mencuri uang milik Nuryasin, 57. Akibatnya, kini Samsul harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek
Besuk.

Pencurian itu dilakukan Samsul, Sabtu (21/1) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu,  Nuryasin, warga Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, mandi di sungai desa setempat. Seperti biasa, korban meletakkan baju dan celananya di pinggir sungai.

Padahal, saku celana korban berisi uang Rp 7,800 juta. Tak lama kemudian, datang Samsul yang langsung mengambil uang dalam saku celana korban. Syukur, aksi pelaku diketahui korban. Sehingga, korban langsung  meneriakinya maling.

Rupanya, teriakan  korban langsung mendapat respons warga.  Termasuk, anggota Polsek Besuk yang saat itu sedang piket. Maklum, jarak antara korban mandi dengan Mapolsek Besuk, hanya sekitar 200 meter.

“Teriakan korban didengar oleh anggota  saya (Polsek Besuk) yang piket dan  langsung mengejar bersama warga. Pelaku berhasil ditangkap di areal persawahan tidak jauh dari Polsek Besuk,” ujar Kapolsek  Besuk AKP Muhammad Dugel.

Korban berhasil dibekuk sekitar 300 meter dari lokasi korban mandi. Dugel mengatakan, uang yang dicuri pelaku merupakan hasil penjualan sapi  korban beberapa waktu lalu. Karena takut hilang, korban selalu membawa uang  itu ke mana-mana. Rupanya, kebiasaan korban ini diketahui pelaku. Sehingga, saat ada kesempatan, pelaku langsung mencurinya.

“Pelaku mengaku kenal dengan korban. Karena itu, dia tahu jika  korban menyimpan uang di saku celananya,” ujarnya. Perwira dengan tiga setrip di pundaknya  ini mengatakan, dari hasil penyelidikan, diketahui jika pelaku mencuri karena terhimpit kebutuhan ekonomi. Sebab, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

Tapi, apapun alasannya, kini Samsul harus  mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Dia dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang Pencurian. “Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” ujar Dugel.