Rabu, 04 Januari 2017

Sepanjang 2016, Pelanggaran Lalu Lintas Di Probolinggo Masih Tinggi

PROBOLINGGO - Sepanjang 2016, jumlah tilang pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Probolinggo yang disidangkan di PN (Pengadilan Negeri) Probolinggo cukup fantastis. Berdasarkan data dari Sistim Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) yang masuk dan diregritrasi di Pengadilan Negeri Probolinggo, untuk perkara tindak pidana ringan (Tipiring) tilang lalu lintas sebanyak 8.797.

Rinciannya selama tahun 2016 adalah, bulan Januari pelanggar di tilang sebanyak 1.136 disidangkan, dan 5 perkara tilang ajukan banding. Bulan Februari sebanyak 1108 disidangkan, 3 banding, Maret sebanyak 374 disidangkan, 1 banding, April sebanyak 512 disidangkan, Mei sebanyak 502 disidangkan, Juni sebanyak 833 disidangkan, 1 kasasi, Juli sebanyak 264 disidangkan, Agustus sebanyak 525 disidangkan, September sebanyak 1.255 disidangkan,1 banding, Oktober sebanyak 796 disidangkan, 1banding, dan 1 kasasi, November sebanyak 566 disidangkan.

Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Tri Nuatiko mengatakan, banyaknya perkara tilang ini, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan dan tata tertib berlalu lintas saat ini masih sangat rendah.

"Kebanyakan kasus yang ditilang adalah tidak memiliki SIM dan tidak pakai helm pengaman. Padahal, hal itu merupakan sebuah ketentuan yang wajib dipenuhi bagi seorang pengendara," jelasnya.

Dengan adanya sidang tilang ini, sejatinya untuk memberikan efek jera dan meminimalisir pelanggaran yang terjadi ditengah masyarakat. Namun faktanya, setiap kali digelar razia selalu ada banyak warga yang terjaring dengan alasan yang sama. Yakni tidak punya SIM dan bahkan ada pula yang beralasan lupa membawa SIM sebelum berkendara. “Alasan-alasan klasik ini selalu terdengar ketika pelaksanaan sidang tilang,” tambahnya.