Selasa, 28 Februari 2017

Pengelola Keuangan Dimas Kanjeng DIdakwa Pasal Berlapis

PROBOLINGGO - Sultan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang terlibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN)  Kraksaan.  Kamis (23/2) lalu, Suryono, yang tercatat sebagai sultan senior dan pengelola keuangan Dimas Kanjeng itu didakwa dengan pasal berlapis. Sidang yang saat ini sudah masuk dalam babak dakwaan itu masih dijaga ketat personel dari Polres Probolinggo.

Dakwaan kesatu, berupa pasal  378 jo pasal 55 ayat (1) KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Kedua, pasal 372 jo pasal 55  ayat (1) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dakwaan kedua, pasal pertama perbuatan terdakwa dianggap melanggar pasal 3 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kedua, berupa pasal 4 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 64 ayat (1) KUHP.  Pasal ketiga, perbuatan terdakwa dianggap melanggar pasal 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak  Pidana Pencucian Uang jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Serta, pasal keempat, perbuatan terdakwa dinilai melanggar pasal 36 ayat (1) UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang jo pasal  55 ayat (1) KUHP jo pasal  64 ayat (1) KUHP. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Januardi Jaksha Negara mengatakan, terdakwa Suryono yang mengelola keuangan Dimas Kanjeng. Terutama, uang setoran dari korban Najmiah Mu’in, warga Makassar, yang mencapai sekitar  Rp 200 miliar.

“Perkara Suryono  ini satu rangkaian dengan terdakwa Vijay. Sebab, yang mengirim atau menyerahkan uang kepada terdakwa Vijay, terkait pengadaan seminar dan menyiapkan maha guru palsu terdakwa Suryono,” jelasnya.

Setelah JPU membacakan dakwaannya, majelis hakim mempersilakan terdakwa mengajukan eksepsi atau menerima dakwaan JPU. Ternyata, terdakwa Suryono  keberatan dan akan mengajukan eksepsi pekan depan. Karenanya, majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono, menunda  persidangan, Senin (6/3).