Jumat, 10 Februari 2017

Cegah Dampak Sosial, Sat Binmas Fasilitasi Warga Berobat

Probolinggo - Mencegah Dampak Sosial di masyarakat, Polres memfasilitasi Nuraini Berobat ke Rumah Sakit, jajaran Sat Binmas Polres Probolinggo akhirnya membawa Nuraini  (21), yang menderita kelainan kulit ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyojati Kraksaan untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar penyakit yang diderita mendapatkan penanganan medis dan menghindari fitnah terjadi di masyarakat akibat penyakit tersebut.

Sat Binmas bersama Muspika Banyuanyar Jumat (10/2/2017)pagi, membawa gadis piatu itu ke rumah sakit. Pasalnya, pihak keluarga Nuraini bersikukuh merawat gadis itu di rumahnya. Sementara, di masyarakat beredar isu Nuraini menderita penyakit kutukan (Kusta / lepra) dan menjadi pergunjingan.

"Kami memberi pengertian kepada keluarga bahwa penyakit yang diderita Nuraini perlu penanganan medis. Jadi kami mendorong agar dia mendapat perawatan dan diketahui penyebab penyakitnya. Sehingga stigma negatif itu terbantahkan," ujar Kasat Binmas Polres Probolinggo AKP. Hendrix Kusuma Wardana didampingi Kasubag Humas.

Setiba di rumah sakit, putri tunggal pasangan Almarhum Suparman dan Kasmita ini, langsung mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Oleh dokter, Nuraini didiagnosis menderita Stephen Jhonson Syndrome (SJS) yakni penyakit perubahan warna kulit akibat efek samping konsumsi obat. Penyakit ini diduga karena Nuraini efek samping dari obat epilepsi (Psoriasis) yang dideritanya sejak kecil.

Berdasarkan rekam medisnya, selama 4 terakhir Nuraini menjalani perawatan rutin di Puskesmas Banyuanyar. "Diagnosa awal ia diduga alergi obat epilepsi yang dikonsumsinya. Setelah dari IGD pasien, akan kami ke ruang perawatan untuk rawat inap. Nanti dilakukan observasi oleh dokter spesialis. Bisa disembuhkan, bisa seminggu atau minggu tergantung respon pasien," ujar dr. Sofie Giantari, dokter jaga IGD.

"Hal tersebut kami lakukan (membawa Sdri. Nuraini ke RSUD) semata-mata sebagai kepedulian Polri sebagai pelayan Masyarakat dan Negara hadir di masyarakat untuk menghindari dampak sosial di masyarakat" jelas AKP Hendrix.
(Humas/ rob)