Kamis, 09 Februari 2017

Sosialisasikan Bentuk Pungli Pada Kepala Desa


PROBOLINGGO - Kelompok Kerja (Pokja) Unit Pencegahan Saber Pungli Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan pembinaan bidang hukum serta terjadinya pungutan liar (pungli) pada pelayanan masyarakat di Kantor Kecamatan Pajarakan Rabu (8/2/2017). Kali ini tidak hanya masyarakat yang dilibatkan, tapi seluruh kepala desa se Kecamatan Pajarakan.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Sekertaris UPP Iptu Sumarno yang bekerjasama dengan Kejaksaan dan Bag Hukum Pemkab Probolinggo. Dalam sambutannya, Iptu Sumarno menjelaskan berbagai macam bentuk pungli yang ada di masyarakat. Hal ini perlu diketahui oleh seluruh kepala desa maupun perangkat desa agar terhindar dari praktek pungli.

Jika dalam perjalanannya ditemukan praktek tersebut, masyarakat diminta untuk melapor kepada pihak yang berwajib, “Jadi masyarakat sekarang harus berani melapor dan mau jadi saksi," jelasnya.
Di dalam pratket pungli khususnya yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, ada juga yang masih berkaitan dengan dana desa. Tentu ini menjadi perhatian pokja saber pungli Kabupaten Probolinggo."Ada yang berkaitan alokasi dana desa, bagian perijinan, ada pembuatan paspor," katanya.

Iptu Sumarsono mencontohkan kasus saber pungli di salah satu daerah di Jawa Timur yang mempraktekan potongan dana desa. “Alokasi dana desa juga ada di beberapa daerah yang dipotong. Ini kan menghambat pembangunan,” lanjutnya.

Dengan kondisi tersebut, ia mengingatkan bahwa pungli yang biasa ditemui dalam keseharian merupakan pelanggaran hukum. “Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tidak menjadikannya sebagai budaya dan muncul kemauan untuk melaporkan oknum yang melakukan,” tegasnya. (humas/rob)