Selasa, 28 Februari 2017

Terbakar Cemburu, Bacok Teman Kerja Sendiri


PROBOLINGGO - Dibakar api cemburu, membuat Samsul (25), warga Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, nekat membacok teman kerjanya, Misnadi (25), Kamis (23/2) lalu. Pelaku membacok korban yang masih tetangganya itu diduga karena korban ada main dengan istri pelaku.

Akibatnya, korban terluka di bagian kepala sisi kanan sepanjang 5 sentimeter dan pipi kanan sepanjang 4 sentimeter. Syukur, nyawa korban tak sampai melayang. Oleh keluarganya, korban langsung dilarikan ke Puskesmas  Jabung, Kecamatan Paiton.

Tak sampai 24 jam, pelaku pun akhirnya berhasil dibekuk anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo dan Polsek Kraksaan.

Pembacokan itu terjadi sekitar pukul  09.00 WIB. Motifnya, pelaku cemburu karena korban menjalin hubungan dengan istri pelaku, Romlah (24). Awalnya, hubungan korban dengan Romlah tak diketahui pelaku. Namun, karena Romlah sering meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama, keluarganya pun mulai curiga.

Sehingga, anak pelaku yang berinisial A memata-matai ibunya. Dari sana, diketahui jika ibunya sering bepergian dengan korban. Tak terima, A menceritakan temuannya kepada pelaku yang juga ayahnya. Mendengar itu, pelaku pun langsung naik pitam. Samsul sempat menanyakan kebenarannya pada Romlah, namun sang istri membantahnya. Tak kurang akal, Samsul lantas mengambil Alqur’an dan meletakkannya di atas kepala istrinya untuk disumpah. Barulah Romlah mengaku jika sudah berhubungan selama sebulan terakhir dan mencari. Samsul yang makin naik pitam kemudian nekat mencari keberadaan korban bersama teman kerjanya Herman, warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk.

Mereka memburu korban dengan berboncengan sepeda motor. Tak lama kemudian, pelaku menemukan korban yang baru keluar dari rumahnya. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor hendak berangkat kerja ke sebuah home industry bata yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Rupanya, pelaku yang membawa sebilah celurit di tangan diketahui  korban. Sehingga, korban tancap gas melarikan diri ke utara melewati Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.  Mendapati itu, pelaku Herman dan Samsul  juga langsung tancap gas mengejar korban.

Korban berhasil dikejar para pelaku di Blok Pengadengan, Dusun Gilin, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan. Tepat di sisi timur Pondok Pesantren Sirojul Islam, pelaku membacok kepala dan wajah korban. Setelah itu, mereka  langsung kabur melarikan diri.

Dengan kepala dan wajah terluka, korban pulang dengan mengendarai motor. Tetangga dan keluarga korban yang melihat  langsung terkejut. Karenanya, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Jabung, Kecamatan  Paiton, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saya terpaksa membacok Misnadi karena ia tega berhubungan dengan istri saya. Padahal, ia adalah sahabat saya yang sudah saya anggap keluarga sendiri,” tuturnya.

Kapolsek Kraksaan, Kompol Budi Harianto menerangkan, pelaku berhasil ditangkap dalam usaha pelariannya. Ia mengaku pihaknya melepas Herman karena tidak ada cukup bukti keterlibatannya dalam pembacokan. Bahkan, Herman disebut tidak mengetahui jika diajak untuk membacok Misnadi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sebilah celurit yang digunakan pelaku, motor korban, dan motor pelaku. “Pelaku kami kenakan pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara,” tambahnya.