Rabu, 15 Maret 2017

Hindari Genangan Air, Seorang Remaja Tewas Tertabrak Pikap

PROBOLINGGO - Perjalanan hidup Fitriatus Sholihah (17), warga Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, berakhir di Kabupaten Probolinggo. Senin (13/3/2017) kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB, dia tewas seketika setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Leces, Desa Jorongan, Kecamatan Leces.

Fitri meninggal di lokasi kejadian setelah  motor yang dikemudikannya bertabrakan dengan pikap bernopol L 7281 YY. Jenazahnya langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo.

Dari pemeriksaan visum luar, Fitri mengalami beberapa luka serius. Seperti patah tulang kaki, luka robek di betis, serta bagian dagu robek. Sedangkan untuk luka dalam lainnya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak rumah sakit.

Penyidik Laka Satlantas Polres Probolinggo Aiptu Pati Nasarani mengatakan, saat itu korban mengendarai motor dari utara. Sekitar 50 meter dari Subterminal Jorongan, Kecamatan Leces, korban berusaha menghindari genangan air.

“Korban menghindari kubangan air dengan pindah jalur ke jalur berlawanan,” ujarnya. Nahas, ketika pindah jalur dari arah berlawanan muncul pikap. Seketika itu, Fitri langsung dihantam pikap bernopol L 7281 YY. Korban langsung meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan, motor korban, Honda Beat bernopol N 3692 UD, juga hancur di bagian depan.

Sementara itu, salah seorang teman korban Zainal Arifin mengatakan, korban bersama seorang rekannya hendak kembali ke Lumajang. Tapi, mereka menggunakan motor berbeda. Sedangkan, Zainal mengaku berangkat belakangan setelah dua temannya pulang lebih awal.

Zainal mengatakan, dirinya bersama korban dan sejumlah rekan lainnya, baru pulang dari Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Namun, Zainal enggan memberi tahu dari Dringu mana dan dalam keperluan apa.

“Ketika lewat jalan Lumajang itu ada ramai-ramai, saya berhenti. Ternyata, teman saya yang kecelakaan,” ujarnya.