Rabu, 22 Maret 2017

Maklumat Kapolres Probolinggo terkait Marak Isu Penculikan Anak



PROBOLINGGO - Kabar penculikan anak yang sebulan terakhir ini santer beredar di wilayah Pulau Jawa, membuat masyarakat resah. Meski hingga kini belum ada satupun korban penculikan, namun sangat meresahkan masyarakat khususnya kalangan orang tua yang memiliki anak kecil.

Parahnya, isu tersebut berimbas terhadap pendidikan. Banyak warga terpaksa memilih melarang anak-anaknya tidak keluar rumah. Selain itu, untuk ke sekolah pun terpaksa harus diantar dan dijemput. Apabila orang tua tidak bisa mengantar karena berhalangan, anaknya terpaksa tidak masuk sekolah.

Salah satu kegiatan yang telah dilakukan anggota Satlantas Bripda Mike, Rabu (22/3/2017)) pagi tadi, yakni berkunjung ke sekolah taman kanak-kanak untuk memberikan bimbingan dan wawasan kepada siswa dan wali murid yang hadir.

Salah satu siswa mengatakan, awalnya dirinya merasa takut untuk ke sekolah setelah mendengar adanya berita penculikan itu. Mendengar perkataan itu, petugas pun menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Selain itu, dijelaskan juga bahwa polisi selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melindungi, mengayomi dan melayani.

Setelah mendengar penjelasan dari petugas, para siswa pun terlihat senang dan bercanda bersama sembari menerima snack dari petugas. "Terima kasih ibu polwan, kami tidak perlu takut untuk bersekolah," ucap salah satu siswa sembari memberikan bunga.

Secara terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mengungkapkan bahwa dirinya membantah adanya kabar penculikan tersebut. “Saya pastikan bahwa isu penculikan anak seperti yang terjadi didaerah Pulau Jawa itu adalah berita Hoax, yang sengaja dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Menurut kapolres, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan himbauan ke sekolah-sekolah. Selain itu, kapolres juga telah membuat maklumat tarkait hal tersebut dan meminta masyarakat supaya tidak percaya dengan isu penculikan anak yang tidak jelas sumbernya tersebut.

Terlepas dari berita tersebut, kapolres tetap menghimbau kepada para wali murid untuk selalu waspada dan menjaga anaknya. Karena kita tidak pernah tahu kejahatan bisa datang kapan saja dan dimana saja.

“Kami himbau masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi tentu tetap diharapkan waspada dari pelaku-pelaku kejahatan kriminalitas,” pungkasya.