Jumat, 17 Maret 2017

Pembunuh Tukang Sayur Terancam Hukuman Mati

PROBOLINGGO - Kasus penganiayaan yang menyebabkan penjual sayur keliling, Ghozin (21), masih terus diseliki jajaran Polsek Bantaran, Polres Probolinggo. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa lima saksi. Hasilnya,  tersangka Nemo, terancam dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Kemarin (15/3), Nemo, 35, warga Dusun  Kapuran, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, dibeber kepada awak media di Mapolres Probolinggo. Namun, dalam pres rilis yang pimpin Wakapolres Kompol Hendy Kurniawan, itu tersangka tak banyak bicara. Sedangkan, Kapolsek Bantaran AKP  Sujianto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa lima saksi atas kasus ini. Dari lima saksi itu, ada empat saksi yang melihat langsung penganiayaan yang dilakukan Nemo, pada Jumat (3/3) lalu.

“Hasil penyelidikan  tidak berkembang. Dari keterangan empat saksi itu, tidak ada pelaku lain selain tersangka Nemo,” ujarnya. Selain sebagai pelaku tunggal, kapolsek mengaku akan menjerat Nemo dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Dengan pasal ini, tersangka terancam hukuman hukuman mati atau seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun. “Akan kami jerat dengan pasal 340 KUHP karena ada petunjuk dan keterangan yang mengarah ke sana. Tapi, tetap kami subsiderkan pasal 351 ayat (3) KUHP,” ujarnya.

Suji memprediksi, berkasnya akan rampung dalam 2-3 pekan ke depan. Sebab, sejauh ini pihaknya masih berusah melengkapinya. Termasuk, masih menunggu hasil visum korban dari rumah sakit. Diketahui, Jumat (3/3), Ghozin, dibacok  oleh Nemo, ketika berjualan sayur di depan rumahnya, di Dusun Kapuran, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran.

Total, ada 23 bekas sabetan celurit di tubuh korban. Akibatnya, korban tewas dalam perjalanan menuju RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. Selain Nemo, kemarin polisi juga merilis  tersangka pembunuhan atas nama Amir, 33, warga Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan.

Pria ini dibekuk polisi Selasa (7/3) lalu, di rumahnya. Kini, dia ditahan di Mapolres Probolinggo bersama Nemo.