Senin, 20 Maret 2017

Tak Jera, Residivis Pengedar Pil Koplo Kembali Dibekuk

PROBOLINGGO - Pernah ditahan selama 10 bulan karena mengedarkan pil koplo, ternyata tidak membuat kapok Moch  Efendi (25). Warga Dusun Krajan,  Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, itu kembali diamankan petugas karena kasus serupa.

Pelaku diamankan Polsek Tegalsiwalan, Kamis (16/3), pukul 13.00 Wib. Dia diamankan petugas yang berpura-pura membeli barang pelaku di Dusun Curahbubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan. Kapolsek Tegalsiwalan AKP Jamal menyebut, pelaku ditangkap lantaran ada informasi dari warga tentang peredaran pil koplo di Desa Paras.

Petugas pun langsung melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kebenaran informasi itu. “Sekitar satu bulan lamanya petugas memantau gerak-gerik pelaku. Dan, Kamis, petugas mengamankan pelaku,” terangnya.

Dari pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Antara lain, pil dextro 100 butir yang dimasukan di tiap plas tik klip kecil. Masing-masing  plastik berisi 10 butir pil. Lalu, uang Rp 115 ribu dan HP merek Sony warna hitam.

“Selanjutnya, barang-barang tersebut diamankan sebagai barang bukti,” terang Kapolsek. Pada petugas, pelaku mengaku  mendapatkan barang tersebut dari warga Kota Probolinggo berinisial R di daerah Sentono, satu bulan lalu.

Tiap satu klip di beli seharga Rp 5 ribu. Selanjutnya, dijual lagi dengan harga Rp 10 ribu. Pelaku sendiri pernah ditangkap karena kasus serupa pada 2016. Bahkan, dihukum 10 bulan penjara. “Saya dulu mengedarkan di Desa Banyuanyar, sekarang di Desa Paras. Untungnya kecil dan mepet,” terangnya.

Kini, pelaku dijerat pasal 197 sub 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.