Kamis, 06 April 2017

Lawan Petugas Hendak Ditangkap, DPO Curanmor Didor

Probolinggo - Enam bulan lebih dalam kejaran petugas Polres Probolinggo, akhirnya Samad (39), ditangkap. Tersangka adalah DPO pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi pada September 2016. Tersangka dibekuk Jumat malam (31/3/17), pukul 20.00 di rumahnya, Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Tersangka sempat melawan petugas dengan tembakan angin, saat hendak ditangkap. Karena itu, petugas menembak kakinya. ”Tersangka terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan karena melawan petugas saat hendak ditangkap. Setelah tertembak, tersangka mengakui perbuatannya,” terang Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kanit Tindak Pidana Umum Ipda Lukman Petugas pun mengamankan barang bukti berupa satu unit motor korban Honda GL Max.

“Tersangka Samad dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (curat),” lanjut Lukman. Lukman menjelaskan, tersangka merupakan kawanan curanmor bersama tersangka Sahin asal Tegal Bangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Pada 27 September 2016, keduanya  mencuri dua unit motor milik korban Salim warga Polay, Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Yaitu, Honda Blade dan Honda GL Max. Saat itu, korban memarkir dua motornya di  ruang tamu.

Pukul 03.00, kedua tersangka masuk ke rumah korban dengan mencongkel pintu depan. Lalu, keduanya membawa kabur kedua motor. ”Hasil penyelidikan, motor GL Max itu dipakai  seorang warga di Lumajang. Setelah ditelusuri, motor itu dibeli dari tersangka Sahin dengan janji surat kendaraan lengkap,” terangnya.

Sahin pun ditangkap sebulan lalu. Dari Sahin, diperoleh nama Samad. Tersangka Samad, lanjut Lukman, merupakan spesialis curanmor. Dia sudah lama menjadi DPO. Bahkan, ada dua LP lain kasus curanmor yang diduga dilakukan tersangka.