Kamis, 13 April 2017

Pembunuhan di Pakuniran, Polisi Lakukan Rekonstruksi

Probolinggo - Selasa (11/4/2017) siang, Polsek Pakuniran melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Ranon, Kecamatan setempat pada awal tahun 2016 lalu. Sedikitnya ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka Solihin (29), warga Dusun Klembun Timur, saat menghabisi Sukari (57).

Menurut Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko, rekonstruksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas-berkas penyidikan. Hal itu untuk mengetahui bagaimana pelaku menghabisi korban. “Rekonstruksi atau reka adegan adalah salah satu prosedur penyidikan yang mesti dilakukan untuk mengambarkan kejadian sesungguhnya. Dari inilah, penyidik dapat memastikan peran dari tersangka,” ujarnya.

Menurut kapolsek, ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka dihadapan penyidik. Diantaranya saat korban mengaji bersama keluarga setelah Rohmatul Nurus Ilmi (23), istri tersangka, meninggal dunia. Kemudian ada juga, adegan saat tersangka mengambil celurit yang diletakkan di dapur. Serta bagaimana tersangka membunuh korban yang disangka telah menyantet istrinya.

“Korban dibacok sebanyak dua kali oleh pelaku, yakni di kepala dan bahu kanan. Namun, sebelum melakukan pembacokan, tersangka terlebih dahulu mengajak korban untuk mengaji di rumahnya, namun malah ditampar oleh korban. Sehingga, pelaku kemudian membacoknya, mengetahui korban meninggal, pelaku kemudian lari ke hutan,” terang mantan Kasi Propam Polres Probolinggo ini.

Solihin sendiri, ditangkap oleh polisi setelah kabur selama 1 tahun lebih kabur ke Wonosobo Jawa Tengah, usai membunuh Sukari. Ia tangkap di rumah temannya di Blok Pasar Senin Desa Alas Nyiur, Kecamatan Besuk, saat akan pulang untuk menjenguk Irwan (1), anaknya.

Tersangka terpaksa membunuh Sukari (57), warga Dusun Klembun Timur RT 01 RW 01, secara spontanitas pada Sabtu (27/2/2016) sekitar pukul 19.30. Motif pembunuhan ini didasari dugaan korban mempunyai ilmu santet dan telah menyantet Rohmatul Nurus Ilmi (23), istri tersangka. Solihin membunuh karena ingin balas dendam. Dimana, satu jam sebelumnya atau sekitar 18.30, Rohmatul meninggal dunia karena sakit. Diketahui, Rohmatul sudah lama sakit dan tak kunjung sembuh.