Sabtu, 01 April 2017

Razia Dalam Rutan, Polisi Geledah & Tes Urine Tahanan

PROBOLINGGO - Warga binaan Rutan Kraksaan kemarin pagi dikejutkan dengan kedatangan petugas gabungan dari Polres Probolinggo dan rutan setempat. Satu per satu ruang tahanan diperiksa. Tak hanya itu, tiap warga binaan juga dites urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba di rutan.

Hasilnya, inspeksi mendadak (sidak)  petugas gabungan di rutan itu tak berhasil menemukan apa pun. Petugas hanya mendapati obat sakit kepala dari salah satu warga binaan yang sedang sakit. Obat itu dinyatakan tak termasuk obat  keras.

Puluhan personel dari satnarkoba, sabhara dan petugas Rutan Kraksaan kemarin menyisir mulai dari blok A atau kawasan pidana umum, Rutan Kraksaan. Di blok itu, tidak ditemukan narkoba.

Petugas hanya mendapati obat sakit kepala milik salah satu warga binaan. Petugas sudah mengklarifikasi temuan obat itu ke petugas rutan, hasilnya obat itu merupakan obat sakit kepala yang diberikan oleh petugas kesehatan rutan.

“Bukan masuk narkoba atau obat terlarang,” kata Kasat Narkoba Polres Probolinggo AKP Suherly Sanjaya. Selanjutnya, petugas gabungan bergerak ke Blok Narkoba. Disitu, ada 16 warga binaan yang langsung diminta keluar dari ruang kamar.

Saat hendak meninggalkan ruangan, mereka juga diperiksa seluruh badannya. Karena tidak ditemukan benda mencuri gakan di dalam kamar, petugas lantas melakukan tes urine kepada semua warga binaan Blok Narkoba.

Satu per satu warga binaan diminta buang air kecil ke dalam wadah yang telah disiapkan petugas. Dari hasil tes urine itu, diketahui semuanya negatif. Blok tahanan wanita juga tidak luput dari pemeriksaan. Sama dengan blok lainnya,  tidak ditemukan narkoba atau obat terlarang.

Herly mengatakan, razia di dalam rutan itu dilakukan untuk mencegah peredaran atau pemakaian narkoba di dalam rutan. “Rutan Kraksaan masih dalam kondisi steril. Buktinya, kami tiap kali melakukan razia secara mendadak, tidak ditemukan narkoba atau obat terlarang. Saat dilakukan tes urine, hasilnya juga negatif,” katanya, kemarin.

Terpisah, Kepala Rutan Kraksaan Muhammad Kafi mengatakan, selama ini pihaknya berupaya mencegah peredaran narkoba dengan upaya prefentif. Selain dilakukan pemeriksaan secara mendadak di dalam ruang tahanan warga binaan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap pengunjung yang masuk ke rutan. Termasuk pengunjung perempuan juga tidak luput dari penggeledahan.