Sabtu, 13 Mei 2017

Sarasehan Kebangsaan Kapolres Probolinggo Bersama Apdesi


Polres Probolinggo - Pada hari Jum’at tanggal 12 Mei 2017 mulai jam 09.00 wib sampai dengan 11.00 wib di Ruang Eksekutif Polres Probolinggo telah dilaksanakan silaturrahmi dan sarasehan kebangsaan Kapolres Probolinggo bersama pengurus Asosiasi Paguyuban Desa Seluruh Indonesia disingkat APDESI Kabupaten Probolinggo dengan tema “Penguatan Kebhinekaan  Dalam Menjaga Keutuhan Serta Pencegahan Radikalisme.”

Hadir dalam kegiatan tersebut   Kapolres Probolinggo beserta pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Probolinggo, Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas AGUS MUKSON, Kepala Dinas PMD HERI SULISTYANTO, Komandan Unit Intel Kodim 0820 Serma IBNU S,        Bagian Pemerintahan Kabupaten Probolinggo Niagara, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo BUDI UTOMO, Ketua APDESI Jatim REKSO I JOYO, Ketua APDESI Kabupaten Probolinggo NURUL HUDA, SH Kades Krejengan Kec Krejengan, beserta pengurus APDESI Kabupaten Probolinggo, dan Ketua APDESI seluruh Kecamatan di Wilayah Kabupaten Probolinggo.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Probolinggo AKBP ARMAN ASMARA SYARIFUDDIN, SH. SIK. MH menyampaikan “Berdasarkan situasi keamanan dan politik luar negeri khususnya di wilayah jazirah arab berpotensi menyebarnya paham paham radikalisme dan terorisme di Wilayah Indonesia disertai dengan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap mata uang US Dollar menyebabkan terjadinya gejolak terhadap kelangsungan perekonomian Indonesia. Menyikapi hal tersebut dimungkinkan dapat memunculkan adanya gejolak di tengah-tengah masyarakat Indonesia sehingga kita sebagai aparatur pemerintah wajib untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran paham radikal yang dapat mengganggu kebhinekaan dan keutuhan NKRI. Kepala Desa sebagai salah satu anggota 4 Pilar bersama TNI-Polri untuk memberikan edukasi / pemahaman terkait tujuan Bangsa Indonesia serta demi terciptanya hubungan yang harmonis untuk pelaksanaan tugas – tugas ke-Pemerintahan. Bahwa adanya permasalahan terkait pertambangan / Galian C di wilayah Kab Probolinggo hingga saat ini hanya terdapat 2 pengusaha tambang yang memiliki ijin produksi dan menjual.”

“Menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 Pilihan bupati dan Wakil bupati Probolinggo dan sekitar bulan Pebruari jabatan Bupati Probolinggo akan digantikan oleh pejabat Plt Bupati Probolinggo dimana hal tersebut berpotensi dapat meningkatkan suhu politik di Wilayah Kabupaten Probolinggo sehingga Kapolres Probolinggo berharap kerjasama dari para Kepala Desa untuk bersama sama menjaga kondusifitas politik di Wilayah Kabupaten Probolinggo. Adanya program Nawacita Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan Nasional agar pemerintah Desa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh pihak–pihak yang dengan sengaja mempengaruhi dalam meningkatkan harga jual lahan yang akan digunakan untuk proyek pembangun nasional karena pemerintah melalui Pengadilan dapat menguasai lahan / tanah masyarakat tanpa memberikan ganti rugi.         Berkaitan dengan maraknya issue santet di Wilayah Kab Probolinggo, sangat diperlukan campur tangan dari pemerintah desa beserta TNI-Polri untuk memberikan pemahaman dan penyelesaian baik secara kekeluargaan maupun secara hukum yang berlaku di Indonesia sehingga dapat meminimalisir terjadinya anirat yang disebabkan karena issue santet.” Tambah Kapolres Probolinggo.

Kapolres Probolinggo berharap “Agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan untuk menjaga komunikasi serta  mempererat tali silaturrahmi antar elemen masyarakat di Wilayah Kab Probolinggo demi menunjang pembangunan nasional.” Pungkasnya.

Sambutan Ketua APDESI Kabupaten Probolinggo NURUL HUDA,SH “Bahwa sebagai Kepala Desa sangat menyadari banwa masih banyak kekurangan dalam melaksanakan tugas tugas pelayanan terhadap masyarakat sehingga butuh adanya koordinasi dan edukasi dari pihak kepolisan. Pihak APDESI Kabupaten  Probolinggo berencana akan melakukan MoU dengan Polres Probolinggo untuk mendukung pelaksanaan tugas kepemerintaha Desa dimana selama ini Jabatan Kades merupakan jabatan yang sangat mudah untuk dijadikan obyek / sasaran dalam penyalah gunaan wewenang yang berdampak pada pelanggaran hukum. Mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian khususnya kepada para Kapolsek dan jajarannya yang secara langsung bekerja sama dam membantu dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di Desa masing-masing Kepala Desa.

Pada giat tersebut dilanjutkan oleh Kasat Intelkam Polres Probolinggo AKP PUJIARTO, SH “Bahwa pertemuan dengan APDESI Kabupaten Probolinggo adalah gagasan dari Kapolres Probolinggo sehingga diharapkan dapat membantu dan menunjang terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Wilayah Kabupaten Probolinggo. Keberadaan dan aktivitas masyarakat dari kelompok organisasi massa Islam DPD II HTI   (Hizbut Tahrir Indonesia) Kabuaten Probolinggo dimana HTI akan dibubarkan oleh pemerintah melalui lembaga peradilan sehingga memunculkan potensi adanya penolakan / aksi unjuk rasa di Wilayah Kabupaten Probolinggo yang menolak maupun mendukung rencana pembubaran tersebut. Dengan adanya berita bahwa di Wilayah Kabupaten Probolinggo terjadi kenaikan Sembako sebesar 10% namun ketika dilakukan pengecekan secara langsung di masing – masing wilayah tidak terjadi kenaikan tersebut. Berharap kepada seluruh Kades agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam ajakan paham paham radikal yang dapat memecah belah keutuhan bangsa Indonesia. Agar seluruh Kades beserta TNI-POLRI dan elemen masyarakat untuk selalu menjaga situasi politik menjelang pelaksanaan Pilkada dan Pilkades di Wilayah Kabupaten Probolinggo.