Selasa, 25 Juli 2017

Amankan kunjungan Menteri KLH, Kapolres hadir bersama Bupati Probolinggo





Polres Probolinngo – Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH bersama Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia ibu Siti Nurbaya saat melakukan peninjauan lokasi Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) di Blok Gading II kawasan hutan petak Desa Brani Wetan Kecamatan Maron, Minggu (23/7/2017) siang.

Turut serta dalam kesempatan tersebut jajaran Kementerian LHK RI, KPH Probolinggo, Perhutani, BNI46 Cabang Probolinggo serta pengurus dan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Rejeki Desa Brani Wetan Kecamatan Maron.

Dalam kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Kapolres Probolinggo juga menerjukan sekitar 1 kompi personil gabungan Polres Probolinggo untuk mengamankan kunjungan tamu VVIP tersebut, mulai dari route jalur sampai pengamanan melekat kepada pelaksanaan kegiatannya.

Kegiatan ini diawali dengan peninjauan sarana dan prasarana pompa air untuk mengairi lahan yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK didampingi Bupati Tantri dan suaminya Hasan Aminuddin melakukan dialog dengan beberapa penggarap lahan yang tergabung dalam LMDH Sumber Rejeki.

Sementara Menteri LHK RI Siti Nurbaya mengatakan bahwa tujuannya ke Desa Brani Wetan Kecamatan Maron adalah ingin melihat dan konfirmasi bahwa daerah ini siap nantinya menerima untuk dikunjungi Presiden RI Joko Widodo.

“Melihat kesiapan di lapangan, tempat ini yang paling cocok untuk dikunjungi Bapak Presiden. Hal ini penting karena petani disini sudah lama berinteraksi dengan Perhutani. Lahan Perhutani yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani teregister mencapai 18 juta hektar. Bapak Presiden meminta semua kementerian untuk bersama-sama supaya lahan Perhutani bisa dipakai secara benar untuk rakyat agar memberikan penghasilan yang bagus, “katanya.

Menurut Siti Nurbaya, lahan Perhutani hendaknya pemanfaatannya bukan hanya kerja, sehingga selain penghasilan juga ada pendapatan. Yang penting sasarannya ada kesempatan kerja dan harus ada pendapatannya. Serta secara wilayah ada denyut ekonominya. Untuk itu maka peran dari perbankan menjadi sangat penting.

“Dalam aturan mainnya ada dasar-dasar aturan main yang harus disesuaikan bagi kesejahteraan rakyat. Dimana 70% keuntungan untuk Perhutani dan 30% untuk petani. Bagaimana kalau ke depan dibalik, “pungkasnya disambut applaus petani.