Kamis, 07 September 2017

Polres Probolinggo dan Ormas Islam satu suara terkait tragedi Rohingnya


PROBOLINGGO - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, menolak dan mengutuk keras rencana aksi-aksi solidaritas Etnis Muslim Rohingya Myanmar dengan cara mengepung tempat-tempat ibadah seperti Candi Borobudur.

Sebab, tindakan tersebut merupakan tindakan yang salah dan ketidaktahuan mengenai persoalan yang sedang terjadi. Hal itu di tegaskan langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis, Rabu (06/9/2017) malam.

Dia mengatakan, sebaiknya para Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang akan melakukan aksi pengepungan di candi Borobudur, pada 8 September mendatang, agar di batalkan.

"Pelanggaran kemanusiaan yang menimpa Rohingya itu patut kita kecam. Tapi bukan dengan mengepung Borobudur atau aksi-aksi di tempat peribadatan," ujarnya.

Muchlis menginginkan aksi solidaritas terhadap muslim Rohingya bisa dilakukan dengan hal-hal positif, misal penggalangan donasi, pengiriman bantuan maupun doa bersama.

"Sebenarnya masih banyak aksi-aksi lain yang lebih mengenak, Doa bersama dan mengumpulkan Donasi itu sangat mengenak," sebutnya.

Selain itu, PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo mendukung kebijakan Polri dan mensupport Polres Probolinggo, agar tidak menerbitkan ijin untuk aksi-aksi Solidaritas di rumah peribadatan utamanya di Kabupaten Probolinggo.

"Ansor mensupport Polres Probolinggo dan Polri, khususnya untuk menolak di terbitkannya ijin aksi-aksi unjuk rasa di tempat ibadah di wilayah Kabupaten Probolinggo seperti Vihara atau Borobudur, seperti yang sekarang ramai diberitakan,"ungkap Muchlis.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, SH, SIK, MH melalui himbauannya menyebutkan, agar aksi damai bela Rohingya tidak dilaksanakan di tempat-tempat Ibadah maupun tempat-tempat wisata khususnya Candi Borobudur.

"Polri tidak akan menerbitkan STTP unjuk Rasa di tempat-tempat ibadah dan Kawasan Wisata, sesuai dengan Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat dimuka Umum," Jelas AKBP Arman.

Candi Borobudur merupakan obyek wisata vital Nasional yang diharapakan, memberikan konstribusi bagi negara dan dapat mensejahterakan masyarakat, Komunitas di sekitarnya.

"Selain tidak tepat sasaran, aksi tersebut dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,"tulisnya.

Akan tetapi lanjutnya, aksi tersebut dapat dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/Kota dengan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kota/Kabupaten. "Dan aspirasi tersebut akan diteruskan ke pusat," pungkasnya
(Mas Sip)