Senin, 30 Oktober 2017

KEMARAU PANJANG PATROLI TERPADU POLSEK KURIPAN ANTISIPASI KARHUTLA

*Polres Probolinggo* - Anggota Polsek Kuripan melaksanakan giat patroli di kawasan hutan dan lahan guna mencegah terjadinya *KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan)* di areal hutan jati termasuk Desa Kedawung Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo.

Anggota Polsek Kuripan yang turut serta dalam patroli terpadu tersebut yaitu *AIPTU Totok Budi S.* mengatakan patroli di kawasan hutan dan lahan yang dilakukan tersebut merupakan kegiatan rutin untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan khususnya pada musim kemarau seperti saat ini, serta merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan.

"Sesuai arahan pimpinan, maka kami melakukan patroli kawasan hutan dan lahan, khususnya di daerah-daerah hutan dan lahan yang rawan terjadinya karhutla," ungkapnya.

Ia mengatakan patroli tersebut melibatkan personel POLRI diperlukan sebagai upaya pencegahan dan mendeteksi dini daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Melalui patroli terpadu kami juga mencoba mengingatkan masyarakat khusunya yang tinggal di sekitar hutan untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun daun-daun kering di sekitar hutan dimana hal tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran di areal hutan khusunya apabila angin bertiup kencang, dan kami berharap masyarakat di sekitar hutan juga ikut berperan aktif dalam menjaga hutan khususnya masalah kebakaran hutan," ucapnya.

Dia mengatakan patroli yang dilakukan terpadu pada Senin siang (30/10/2017) melibatkan pegawai dinas dan instansi terkait lain yang tergabung dalam Tim KARHUTLA di tingkat kecamatan. Tim KARHUTLA terpadu tersebut terdiri dari Anggota Polsek Kuripan, petugas dari Kecamatan Kuripan, Anggota Koramil Kuripan, serta Perangkat Desa setempat.

"Sasaran patroli di sekitar areal hutan jati termasuk Desa Kedawung mulai dari Blok SMPN 1 Kuripan sampai ke wilayah hutan jati Dsn. Sumbersari Desa Kedawung ," ujarnya.

Dan hasilnya di sepanjang rute maupun kawasan yang dilalui oleh tim patroli terpadu tersebut tidak ditemukan titik api, dan hanya dijumpai areal hutan dan lahan kering yang rawan terbakar.

"Kami tidak menemukan titik api, tetapi hanya menjumpai areal hutan dan lahan kering yang rawan terbakar, sehingga harus diawasi guna mencegah terjadinya kebakaran di areal tersebut," tambah *AIPTU Totok Budi S.*
(K-24)