Senin, 06 November 2017

INI YANG DILAKUKAN KAPOLSEK UNTUK HENTIKAN DERITA 30 TAHUN PEMASUNGAN

Probolinggo – (06/11/2017) Fenomena tentang banyaknya warga yang mengalami gangguan jiwa baik karena penyakit bawaan sejak lahir maupun karena stress, ternyata masih ada dan menyebar diseluruh wilayah Kabupaten Probolinggo tak terkecuali di wilayah Kecamatan Bantaran yang diperkirakan masih ada 5 orang yang mengalami gangguan jiwa dan di pasung oleh keluarganya. Hal itu dilakukan karena dapat mengganggu bahkan membahayakan orang lain dan lingkungan.
Hingga Saat ini Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Forkopimka Bantaran sedang gencar gencarnya berupaya menanggulangi problematika tersebut. Selain untuk mencegah makin banyaknya kasus serupa, juga bergerak menurunkan team ke lapangan untuk mendata, memberikan pelayanan kesehatan gratis dan memberikan bimbingan dan pemahaman kepada keluarganya agar anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa bersedia dititipkan ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang untuk disembuhkan.
Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad SH,SIK,MH,Msi melalui Kapolsek Bantaran AKP. Sujianto SH.MM menjelaskan bahwa dalam hal ini Polri berperan untuk memberikan pembinaan dan pemahaman kepada keluarga yang selama ini bersikukuh tidak mau menitipkan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa dan dipasung. Banyak alasan yang mereka sampaikan diantaranya karena alasan biaya, tidak tega karena jauh dari pantauan, lebih yakin dengan merawat sendiri sampai sembuh dan sebagainya.
Sujianto menceritakan “Sebagai contoh kasus Sdr. Safiudin di Dsn. Karang Tengah Desa Kropak, sejak dia berusia 17th. Menurut cerita dari teman sebayanya, sejak lahir hingga usia 16th dia tumbuh sebagai anak yang normal, namun menginjak usia 17th, prilaku Safiudin mulai berubah karena ilmu yg diperoleh dari gurunya, dia sering melakukan perbuatan yang mengancam jiwa orang lain, sehingga keluarga besarnya bersepakat untuk dipasung meskipun tidak permanen mengingat yang bersangkutan kadang baik dan normal kadang juga tiba - tiba mengamuk tanpa sebab sehingga yang bersangkutan di pasung oleh orang tuanya sudah kurang lebih 30th”.
“Bahkan menurut informasi orang tuanya Sdri. Sarinoto. 75th, SAFIUDIN pernah dua kali menikah tapi gagal. Sekarang Alhamdulillah pihak keluarga sudah menyadari dan bersedia menitipkan Safiudin ke RSJ.Lawang - Malang untuk di rawat dan diobati sampai sembuh,"ujar Sujianto menambahkan.
Langkah langkah yang telah dilaksanakan Polsek Bantaran bekerja sama dengan Puskesmas Bantaran melakukan pendataan dan pembinaan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit hydrocephalus (kepala membesar), Pneumotorak (Organ tubuh tampak keluar) serta memberikan santunan kepada warga yang tidak mampu karena kesulitan biaya untuk berobat ke Puskesmas. (Sj)