Senin, 20 November 2017

Pelanggar Bisa Ditilang Dua Kali Dalam Sehari

Ipda Agus dan Bripda Nisa berikan sosialisasi seputar tilang di Bromo FM.
Kraksaan - Pasca Operasi Zebra Semeru 2017 di wilayah hukum Polres Probolinggo yang berakhir pada 14 Nopember 2017 sudah sekitar 3.000 tilang dihabiskan. Tak sedikit pelanggar yang ditilang dua kali sebelum pelaksanaan sidang tilang.

Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak masyarakat, "Dapatkah Polisi menilang dua kali pada pelanggar yang sama? dan pelanggar sudah menunjukkan surat tilangnya ke petugas sebagai tanda dirinya sudah ditilang?".

Menjawab permasalahan tersebut Kasat Lantas AKP Tri Nuartiko, S.H. memerintahkan Unit Dikyasa untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ipda Agus dan Bripda Nisa hari ini (Senin, 20/11/2017) melaksanakan siaran di Bromo FM memberikan penjelasan.

"Sebetulnya Polisi berhak menilang pelanggar dengan kesalahan yang sama di waktu yang berbeda." jelas IPDA Agus. 

"Misalnya hari ini ditilang karena tidak menggunakan helm SNI dan SIM-nya digunakan sebagai jaminan sidang, besoknya, atau lain waktu dan tempat pelanggar tertangkap tidak menggunakan helm lagi, walaupun sudah menunjukkan surat tilang tetap bisa di tilang. Dan yang akan jadi jaminan bisa STNK-nya atau motornya."  lanjutnya.

Namun di sini yang ditekankan adalah pada saat tilang yang ke dua, Polisi tidak boleh menilang pelanggaran dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang LLAJ pasal 281 (tidak memiliki SIM) atau 288 ayat (2) jo pasal 106 ayat(5) (tidak membawa SIM) karena SIM pelanggar sudah digunakan sebagai jaminan sidang pada saat tilang pertama.

Kasat Lantas juga menjelaskan, bahwa tidak ada anggotanya yang mencari-cari kesalahan pelanggar, semua dilakukan sesuai aturan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (ns)