Selasa, 14 November 2017

POLSEK KRAKSAAN TANGKAP PEMBUAT UANG PALSU

Polres Probolinggo - Polsek Kraksaan berhasil amankan seorang laki - laki dengan inisial MF, 26 tahun, di kamar indekostnya milik sdr. H. MAIL, Selasa (14/11/2017) dini hari sekira pukul 00.30 Wib.

MF yang berasal dari Dusun Astah Rt. 13 Rw. 03 Desa Taman  Kec. Paiton Kab. Probolinggo ditangkap anggota Polsek Kraksaan sehubungan telah membuat atau mencetak uang kertas yang diduga palsu dan atau memilik, mengedarkan uang kertas palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal  26 Ayat 1 jo Pasal 36 ayat 1 Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Awalnya peristiwa penangkapan ini bermula dari IPTU Edy Djaya P. yang mendapatkan informasi dari masyarakat Rt.03 Rw. 03 di Kelurahan Kraksaan Wetan dan melihat adanya pelaku yang sedang dalam keadaan mabuk minuman keras dan mengganggu ketertiban umum. Pelaku juga pernah membeli dengan menggunakan uang kertas palsu, berdasarkan informasi tersebut IPTU Edy dengan empat petugas jaga Polsek Kraksaan langsung mendatangi  rumah kost di Jalan Taruna Kel. Kraksaan wetan Kec. Kraksaan Kab. Probolinggo tempat MF berada.

"Saat ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Kraksaan MF dalam keadaan mabuk berat, sehingga sampai saat ini belum dapat diperiksa dan diambil keterangan oleh penyidik, saat ini MF mendekam didalam sel tahanan Mapolsek Kraksaan," tutur Edy.

Kapolsek Kraksaan KOMPOL Budi Harianto, S.H. saat memimpin penggeledahan di lokasi penangkapan mengatakan kepada Tribratanews pihaknya membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap MF yang telah membuat atau mencetak uang kertas yang diduga palsu dan atau memilik, mengedarkan uang kertas palsu dan adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka MF antara lain 1 (satu) buah Printer merk HP warna putih, 2 (dua) lembar uang pecahan Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), 10 (sepuluh) lembar uang pecahan Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) yang patut diduga palsu, dan 5 (lima) lembar fotocopy uang pecahan Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) yang masih belum digunting dan 1 (satu) Rim kertas HVS.

"Selanjutnya kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut apabila pada saat penyidikannnya mengarah kepada tersangka - tersangka yang lain," ujar KOMPOL Budi.(JR/YL)