POLRES PROBOLINGGO : 3 Pilar Keroyok Selesaikan Permasalahan Warga Di Desa

Tribratanews - Polres Probolinggo - Polsek Kuripan - Sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesamanya, setiap manusia tidak pernah luput dari yang namanya masalah. Kapanpun dan dimanapun serta dalam bentuk apapun masalah itu pasti muncul dengan berbagai macam penyebab dan latar belakang. Apalagi permasalahan yang muncul di lingkup pedesaan dimana interaksi sosial serta sensitifitas warga masyarakatnya masih sangat tinggi.

Seperti halnya yang terjadi pada warga masyarakat Dusun Tuyonganti Desa Karangrejo yang bernama MUHAMMADUN yang melaporkan SAMO al DARSO ke Polsek Kuripan atas dugaan pencemaran nama baik putrinya yang bernama SISKA.

Permasalahan yang dilaporkan ke Polsek Kuripan tersebut berawal dari ketika SAMO al DARSO yang tidak sengaja mendengar pembicaraan istri MUHAMMADUN dengan seseorang melalui telepon, dan dalam pembicaraan tersebut ada perkataan yang didengar oleh SAMO al DARSO dan kemudian perkataan tersebut disalah artikan serta ditafsir sendiri oleh SAMO al DARSO, bahwa istri MUHAMMADUN tersebut sedang marah-marah dan meminta pertanggungjawaban kepada seseorang yang diduga telah menghamili puteri dari MUHAMMADUN yang bernama SISKA yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Dan tanpa bertanya serta mengkonfirmasi langsung kepada  MUHAMMADUN dan istrinya perihal apa yang telah didengarnya, SAMO al DARSO malah membicarakan dan menanyakan perihal yang didengarnya dari istri MUHAMMADUN tersebut kepada orang lain yaitu SANTUSIT yang beralamatkan di Dusun Ronggotali Desa Resongo. Dimana pada saat SAMO al DARSO membicarakan dan menanyakan perihal tersebut kepada SANTUSIT, saat itu di rumah SANTUSIT banyak orang yang sedang berbelanja. Sehingga kabar tidak benar perihal kehamilan SISKA tersebut langsung menyebar dan menjadi buah bibir.

Selanjutnya karena merasa risih dan tidak nyaman dengan beredarnya kabar yang tidak benar perihal kehamilan puterinya yang bernama SISKA tersebut, MUHAMMADUN kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Kuripan, dan setelah laporan dari MUHAMMADUN diterima oleh petugas dari Polsek Kuripan, dilanjut dengan memeriksakan putri dari MUHAMMADUN yang bernama SISKA tersebut ke Puskesmas Kuripan perihal benar atau tidaknya kehamilan tersebut. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Kuripan dan berdasarkan hasil test pack didapati hasil bahwa SISKA tersebut negatif alias tidak hamil. Kemudian pihak dari Polsek Kuripan lalu memanggil dan memintai keterangan SAMO al DARSO dan para saksi-saksi lainnya.

Setelah memanggil dan memintai keterangan SAMO al DARSO dan para saksi lainnya, kemudian pada Hari Sabtu pagi (09/12/2017) bertempat di Kantor Desa Karangrejo, oleh Kanit Reskrim Polsek Kuripan BRIPKA KEVHIN SANDRA bersama dengan tiga orang Anggota Polsek Kuripan AIPTU HARI MARYANTO, AIPDA MAYAR BUDIONO, dan BRIPDA DWI CAHYO dengan didampingi oleh Kepala Desa Karangrejo TINAKSAN dan BABINSA Desa Karangrejo SERDA ACHMAD WAHID dilakukan upaya mediasi yang dihadiri oleh MUHAMMADUN beserta istri dan anaknya yang bernama SISKA serta dihadiri juga oleh SAMO al DARSO dan para saksi-saksi lainnya.
Dan setelah dikumpulkan serta dimediasi, SAMO al DARSO lalu mengakui kesalahannya dan langsung meminta maaf kepada MUHAMMADUN beserta istri dan anaknya yang bernama SISKA, dan MUHAMMADUN sendiri mewakili pihak  keluarga menerima permohonan maaf dari SAMO al DARSO tersebut.

Di tempat yang sama Kanit Reskrim Polsek Kuripan BRIPKA KEVHIN SANDRA menjelaskan bahwa "Upaya mediasi ini merupakan wujud implementasi dari program prioritas KAPOLRI yaitu Penegakan Hukum Yang Lebih Profesional Dan Berkeadilan dengan Penyelesaian Perkara Mudah Dan Ringan Melalui Pendekatan Restorative Justice, jadi untuk perkara yang tergolong ringan dan mudah tidak harus selalu berakhir di meja persidangan, selama kedua belah pihak mau dimediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan sama-sama menerima hasil keputusan yang telah disepakati bersama tanpa ada salah satu pihak yang merasa dirugikan".
(boydonk).