JOSSS.. KURANG DARI 5 JAM PENCURIAN DI PERUM PJB BERHASIL DIUNGKAP POLSEK PAITON

Polres probolinggo--- Kinerja yang maksimal dan profesional ditunjuk kan oleh POLSEK PAITON , ditengah padatnya kegiatan namun tak menyurutkan semangat kinerja para anggota POLSEK PAITON. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasil diungkapnya kasus pencurian yang terjadi di area perumahan PJB (Pembangkit Jawa Bali). peristiwa yang terjadi pada hari minggu tanggal 24 Desember 2017 tersebut dilakukan oleh Ibtiyah bin P basir , warga desa Plampang kec.Paiton kab.probolinggo , yang bekerja sebagai Pembantu Rumah tangga di Perumahan PJB.

Ketika dimintai keterangan ibu dengan 2 anak itu mengaku melakukan perbuatannya karena terpepet hutang , di kampung tempatnya tinggal . Ibtiyah juga mengakui bahwa aksinya itu dilakukan seorang diri ketika majikannya pergi ke kota probolinggo guna belanja kebutuhan pokok. siang itu sekira jam 11.30 wib Ibtiyah beraksi ketika situasi di wilayah perumahan PJB sepi , security pun tidak menaruh curiga dikarenakan Ibtiyah memang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah tersebut , ujar hartono salah satu security di perumahan PJB.

Ibtiyah ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek paiton
Peristiwa itu diketahui pada saat sdr.hafidz sang pemilik rumah tiba di rumah setelah berbelanja ke kota probolinggo , ia mendapati meja rias milik istrinya berantakan dan mengetahui jika kaleng biskuit yang biasanya ia gunakan untuk menyimpan uang suda terjatuh di lantai dalam keadaan kosong , mengetahui uang di dalam kaleng yang berjumlah kurang lebih Rp.5.500.000 raib,  sdr.hafidz kemudian melaporkan kejadian tersebut ke POLSEK PAITON tanpa menunggu lama laporan sdr.hafidz langsung di terima dan di tindak lanjuti. Alhamdulillah.. Berkat bantuan tim IDENTIFIKASI dari SAT RESKRIM POLRES PROBOLINGGO sekitar jam 16.30 wib kejadian pencurian tersebut berhasil diungkap yang mana pelakunya tak lain adalah Ibtiyah yang merupakan pembatu rumah tangga di rumah tersebut ujar KANIT RESKRIM POLSEK PAITON IPTU ADE MAMAN , SH. atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 362 KUHP , dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 th atau denda paling banyak Rp.900 rb. (AG)