Saturday, December 23, 2017

Lahan Tol Paspro Diperluas?


Polres Probolinggo - Malam hari (7/12) itu pendopo Kecamatan Leces terlihat lebih ramai dari biasanya. Sekitar 100 orang hadir pada acara Sosialisai Sosialisasi Penambahan Lahan Tol Pasuruan-Probolinggo. Camat Leces, Heri Mulyadi S.Stp, yang didampingi oleh Kapolsek Leces AKP dan Danramil 0820/03 Kapten Inf. Abu Kuswari membuka sosialisasi tersebut. Dirinya menyampaikan pelaksanaan sosialisasi terkait penambahan lahan tersebut merupakan agenda lanjutan dari pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo dan diharapkan dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan lancar. Nampak hadir dalam acara sosialisasi tersebut perwakilan dari Badan Peratanahan Nasional (BPN) Probolinggo Sdr Bambang, Forpimka Leces dan staf beserta pengamanan dari Polsek dan Koramil Leces.

Pada sesi berikutnya, Agus Minarno selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan oleh tim PPK Jalan Tol Paspro tersebut terkait penambahan lahan utamanya untuk konstruksi seksi I,II & III yang berlokasi di Desa Jorongan, Desa Clarak dan Desa Sumberkedawung.
Kamudian Agus menjelaskan bahwa di Kecamatan Leces terdapat 85 bidang yang terdampak perluasan lahan tol paspro dengan rincian Desa Jorongan sebanyak 15  bidang dengan luas 1389.06 M2 berupa tanah sawah, Desa Clarak sebanyak 63 bidang dengan luas 15.569,79 M2 berupa tanah sawah dan Desa  Sumber Kedawung sebanyak 7 bidang dengan luas 1.745,14 M2 berupa tanah sawah.Adapun mekanisme pembebasan lahan nantinya sama dengan pembebasan pembangunan jalan tol sebelumnya yaitu pencairan dilakukan setelah proses survei dan pengukuran.

Penambahan lahan tersebut sejatinya akan digunakan sebagai peletakan kaki timbungan, oprit overpad dan drainase. Agus menambahkan kepada masyarakat yang terdampak nantinya diharapkan segera melengkapi kelengkapan surat - surat keabsahan kepemilikan tanah.”Untuk proses pembayaran nantinya akan dilaksanakan setelah tanggal 15 Januari 2018, krn closing anggaran akan berakhir pada tanggal 24 Desember 2017”, tambahnya.

Dalam acara yang berlangsung tak lebih dari 2 jam tersebut, masyatakat dari 3 Desa terdampak yang didampingi oleh Kadesnya masing-masing secara aklamasi menyatakan setuju dan tidak keberatan dengan penambahan lahan tersebut, selanjutnya acara sosialisasi tersebut ditutup dengan doa bersama. (ptn)