Jumat, 01 Desember 2017

PENGAMANAN MALAM HARI LIBUR, POLSEK DRINGU ADAKAN RAZIA CIPTA KONDISI

Polres Probolinggo — Dalam rangka menghadapi hari libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H dan libur panjang, anggota Polsek Dringu melakukan razia cipta kondisi malam hari di wilayah perbatasan dan rawan tindak kriminalitas, Kamis (30/11/2017).

Kapolsek Dringu AKP Suparmin, SH sebagai pengendali razia mengatakan giat razia ini dimaksudkan untuk antisipasi tindak kriminalitas yang dapat terjadi sewaktu-waktu khususnya dimalam hari libur. Agar tercipta kondisi yang aman sehingga tidak mengganggu berbagai kegiatan yang digelar oleh masyarakat disetiap daerah.

Untuk malam ini, melaksanakan pengamanan dan razia diwilayah perbatasan Desa Ngepoh Kecamatan Dringu dengan Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan. 

“Karena Desa Ngepoh merupakan daerah paling selatan Kecamatan Dringu dan berbatasan langsung dengan Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan maka dari itu, razia dipusatkan di wilayah tersebut untuk antisipasi yang lebih lagi. Disini diperkuat oleh sedikitnya 10 anggota polisi yang melakukan razia,” kata AKP Suparmin, SH.


Dari puluhan kendaraan bermotor yang berhasil diperiksa oleh anggota polisi, hingga razia berakhir tidak ditemukan barang maupun peralatan yang dapat membahayakan dan mengganggu situasi Wilayah Dringu.

“Masih dalam kondisi aman-aman saja tidak ditemukan hal-hal yang begitu menonjol. Jika didapati langsung akan kami tindak tegas. Selain melakukan razia kendaraan kami juga memberikan himbauan mengenai 3 C (curas, curat, curanmor) yang dapat terjadi. Terlebih saat ini malam yang benar-benar masyarakat lebih menikmati kegiatan yang diikuti,” imbuhnya.
Selain melakukan razia di daerah perbatasan yang merupakan tempat keluar masuk masyarakat lokal maupun lain daerah, anggota polisi juga melakukan pengamanan, pengecekan di beberapa pusat keramaian dan di wilayah hukum Polsek Dringu.

“Jadikan malam hari libur ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki pribadi masing-masing serta mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW. Serta untuk melestarikan budaya yang ada, terlebih budaya Jawa Timur,” imbuhnya. (BHS)