Sunday, January 7, 2018

Jalan Rusak, Warga Blokade Akses Masuk Proyek Tol Leces

Aiptu Widodo dan Bripka Krisna (berdiri nomor 1 dan 2 dari kiri) saat memediasi warga dengan PT. WK.
Polres Probolinggo - Sore itu (05/01/18) arus lalu lintas Jl Raya Leces-Lumajang nampak lebih padat dari biasanya. Arus dari selatan ke utara maupun sebaliknya merambat perlahan demi memberi kesempatan truck-truck berukuran besar menepi. Sebagaimana terlihat di sekitaran proyek pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), belasan dump truck diparkir di kanan kiri bahu jalan dekat akses masuk proyek di Desa Jorongan. Usut punya usut ternyata jalan akses masuk ke proyek tol Paspro di Desa Jorongan ditutup oleh warga desa setempat. Beberapa orang berjaga bergantian di mulut jalan menghalau jika saja ada dump truck yang mencoba masuk ke dalam proyek. Dengan ditutupnya akses jalan tersebut, dump truck tidak bisa masuk ke lokasi proyek yang mengakibatkan suplai tanah uruk untuk pembangunan tol terhambat.

Mengetahui ada yang tidak beres, Kanit Intel Polsek Leces Bripka Krisna pun  bergerak cepat. Dirinya berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polres Probolinggo dan mendapat backup dengan datangnya personil Unit 2 Sat Intelkam (IK) ke lokasi. Dari informasi yang berhasil dihimpun TBnews ternyata penutupan jalan telah dilakukan sejak pagi hari mulai jam 08.00 wib karena warga merasa jalan Desa Jorongan telah rusak akibat sering dilalui dump truck yang membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan utamanya warga desa setempat.

Gabungan Unit 2 Sat Ik yang dipimpin oleh Aiptu Widodo dan Kanit Intel Polsek Leces segera menemui pihak PT. Waskita Karya (WK) selaku kontraktor pembangunan jalan tol Paspro. Duet intelejan Polsek - Polres inilah yang kemudian berupaya memediasi PT. WK dengan warga guna mencari win-win solution atas permasalahan tersebut. PT. WK yang diwakili Heery M (43) dipertemukan dengan perwakilan warga Desa Jorongan dan beberapa LSM, yang kemudian melakukan survei langsung kondisi jalan rusak yang dikeluhkan warga. Selain itu warga juga mengeluhkan kondisi lain yaitu selokan air di sekitaran rumah warga mampet akibat proyek tol yang apabila cuaca hujan airnya meluap dan menggenangi rumah warga.
Proses tanda tangan pernyataan antara kedua pihak

Setelah mediasi maka PT. WK menyetujui akan segera memperbaiki jalan yang rusak dan melakukan normalilasi selokan air yang buntu akibat proyek tol, namun jika tidak segera di perbaiki maka warga tetap akan menutup akses jalan ke proyek tol tersebut. Setelah diperoleh kesepakatan kemudian dibuatkan surat pernyataan bersama kedua belah pihak disaksikan oleh Kades Jorongan, Masuni (50). Terlihat lebih dari 30 warga menyaksikan penandatanganan surat pernyataan tersebut yang dilakukan di mess PT. WK di Leces.

Menurut Krisna, permasalahan tersebut sebenarnya mulai menghangat  beberapa bulan yang lalu ketika warga setempat menyampaikan keluhan yang sama pada Masuni selaku Kades Jorongan dan diteruskan ke pihak PT. WK. Namun tidak pernah ada tindak lanjut hingga kemudian warga mengambil langkah sendiri dengan melakukan penutupan jalan seperti yang terjadi pada hari ini. Setelah penandatanganan surat pernyataan, Widodo menghimbau agar semua pihak mau konsisten dengan apa yang tertulis dalam surat pernyataan dan akhirnya berangsur angsur warga kembali ke rumah masing-masing sambil membuka blokade jalan. Heery selaku perwakilan PT WK mengucapkan terimakasih kepada WIdodo dan Krisna, pun demikian warga setempat melalui Kades Masuni mengapresiasi kecekatan petugas dalam menghandle permasalahan ini. Akhirnya suplai tanah uruk ke lokasi proyek kembali normal, arus lalu lintas kembali lancar. (ptn)