Thursday, January 4, 2018

Mengatur Lalu Lintas itu Mainstream? Ini Tanggapan Kasium Leces

Kolase aktifitas pelayanan pagi di jalur pantura Leces
Polres Probolinggo - Sudah jamak bagi masyarakat melihat polisi yang hampir tiap pagi berjaga di jalan. Di persimpangan, di depan sekolah-sekolah, di ujung zebra cross, dan di setiap ruas jalan arteri mereka berdiri.  Dengan dilengkapi rompi hijau dan peluit mereka menyeberangkan pengguna jalan, mengurai kemacetan, prioritaskan arus untuk kendaraan yang membutuhkan, penanganan awal terhadap kecelakaan hingga mendorong mobil mogok!. Penindakan dengan pemberian surat Bukti Pelanggaran (Tilang) acap dilakukan untuk memberi efek jera pada pengendara yang membandel.

Jika dianggap berita tentang polisi yang mengantur lalu lintas tiap pagi sudah mainstream, maka ini adalah ulasan umum dari kegiatan personil Polsek Leces yang menunaikan salah satu tugas pokok polisi umum tersebut, yakni pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli yang lazim disebut turjawali. Dan sebagaimana diketahui bahwa pantura jalur selatan adalah saluh satu jalur terpadat di wilayah Probolinggo, terutama jalur antara Desa Jorongan hingga Desa Malasan Kulon. Keberadaan personil Polri pada jam sibuk terutama pagi hari memang sudah menjadi suatu kebutuhan di jalur tersebut.   

Terdapat kurang lebih 4 titik pos yang rutin ditempati oleh personil Polsek Leces. Mulai dari SDN Jorongan I, Persimpangan Clarak-Kerpangan, SDN Sumberkedawung III dan SDN Sumberkedawung I.. Sebenarnya ada lebih dari 4 titik pos pelayanan pagi yang harus diisi oleh petugas, namun karena keterbatasan jumlah personil maka Polsek Leces memaksimalkan pada pos yang telah disebutkan diatas. Sebagaimana saat dikonfirmasi pada Kasium Polsek Leces Bripka Heppy K. "Ya, jumlah personil polsek leces hanya sekian orang, maka jika tiap pos diisi 2 personil maka hanya akan cukup untuk mengisi 4 pos saja. Memaksakan menambah personil yang jaga jalan dengan mengurangi petugas piket ini pun juga dirasa kurang bijak sebab akan mereduksi kualitas pelayanan penjagaan.", ujarnya. Penjelasan Heppy tersebut mengisyaratkan perlunya penambahan personil mengingat volume pelayanan masyarakat cukup tinggi di luar maupun di dalam Kantor Polsek Leces. "Belum lagi jika ada personil yang sakit dalam jangka waktu lama dan personil yang mendekati masa pensiun. Namun mainstream ataupun anti-mainstream, bagaimanapun juga turjawali adalah tugas pokok kita, -tur- nya  harus imbang tanpa mengurangi kualitas -jawali-nya." tambah mantan anggota Reserse Narkoba tersebut.

 
Bripka  Adi C saat memberi arahan pada pengendara motor
Satuan Lalu Lintas pun memiliki kaplingan di sepanjang jalur pantura Leces yakni di Pos Banjarsawah, SMAN I Leces, SMA Taruna Dra Zulaeha, Persimpangan Pasar Leces dan Persimpangan Jorongan, namun entah mengapa dua titik yang disebut terakhir seringkali kosong dalam beberapa tahun terakhir. Jika korps sabuk putih langsung melakukan penindakan pada pengendara membandel, lain halnya dengan personil Polsek Leces yang kerap kali memberhentikan pelajar-pelajar dan warga yang berkendara tanpa mengenakan helm atau mengendarai sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi standar semisal ukuran tapak ban yang terlampau kecil dan penggunaan knalpot brong. Setelah diberhentikan dan dipinggirkan kemudian diberi pengarahan, bahkan untuk pelajar dicatat asal sekolahnya dan dilaporkan kepada pihak pengajar di sekolah masing-masing.

Kasium Leces berharap dengan terus menyelaraskan kuantitas personil terhadap tugas-kewajibannya di polsek tempatnya bertugas maka akan tercipta kualitas kinerja yang optimal dan berkualitas.(ptn)