Tribratasiana Polres Probolinggo : Kena Bogem 2 Kali Sehari, Pria Paruh Baya Ini Lapor Polisi

Kanit Binmas Polsek Leces in action
Polres Probolinggo - Menyandang nama yang baik belum tentu dapat bersikap baik, kiranya kalimat ini tepat jika ditujukan pada Solihin (19), pemuda tanggung yang tak mampu berbuat soleh seperti namanya.  Entah hanya karena lulusan SD atau karena memang tak pernah diajari sopan santun, Solihin nekat meninju seorang laki-laki paruh baya yang parahnya lagi perbuatan kurang ajarnya itu dilakukannya di halaman sebuah masjid di dekat rumahnya di Desa Pondokwuluh - Leces bada sholat Isya (8/12/17). Dan yang apes menjadi sasaran bogem mentah Solihin adalah Selamet (47) yang tinggal di desa yang sama dengan Solihin.

Ceritanya, pada siang hari setelah selesai jumatan Solihin dan Selamet yang baru keluar masjid terlibat pembicaraan seru. Mungkin karena tersinggung dengan perkataan Selamet, secara spontan Solihin memukul Selamet. Nah, perbuatan Solihin ini dilihat langsung oleh pak kades yang secara kebetulan berada di dekat keduanya. Pak kades pun memberi pelajaran dengan menampar Solihin karena pak kades merasa Solihin telah bersikap kurang ajar pada Selamet yang usianya jauh lebih tua dari Solihin. Malam harinya masih di tempat yang sama, Solihin yang tak terima di tampar kades pun protes balik pada Selamet dan bertanya mengapa dirinya ditampar pak kades. “Lha kamu kurang ajar, ya pantas digitukan” jawab Selamet. Jawaban inilah yang membuat Solihin melayangkan straight jab kembali dan tepat mengenai pelipis mata Solihin. Merasa dianiaya, melaporlah Selamet pada polsek setempat.

Setelah sebulan berlalu, diadakanlah mediasi antara Selamet dan Solihin. Yang menjadi mediator islah saat itu (10/01/18) yaitu Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka SPKT) yang bertugas saat itu Aipda Ichwan dan Kanit Binmas Leces Bripka Fifit. Tak perlu waktu lama bagi duo leces yang terkenal juweh memberi arahan itu untuk mendamaikan pihak yang bertikai. Solihin yang lebih muda hanya bisa menundukkan kepalanya mendengarkan arahan dari Fifit. Menurutnya Solihin yang masih muda tersebut harus lebih banyak belajar adab lagi terutama bagaimana sikapnya pada orang yang lebih tua. Solihin pun meminta maaf pada Selamet dan berjanji tidak akan berbuat hal serupa lagi. Perdamaian pun terjadi. Selamet yang usianya jauh lebih tua nampak lebih legowo memaafkan Solihin.

Teriring doa, semoga kedepan Solihin muda bisa bersikap soleh lagi dan Selamet senantiasa dijaga keselamatannya menjelang usia kepala limanya, aamiin.(ptn)