Tribratasiana Polres Probolinggo : Tandukan Zidane ala Wong Leces

Mediasi oleh Aiptu Rosyimin di ruang Reskrim Leces
Polres Probolinggo - Mungkin masih segar dalam ingatan kita akan peristiwa yang paling menghebohkan kala dihelatnya ajang sepak bola Piala Dunia 2016 yaitu pada saat playmaker Perancis saat itu, Zinedine Zidane menanduk dengan keras dada pemain Italia Marco Materazzi yang menyebabkan central back Italia itu tergeletak di lapangan hijau. Mungkin kejadian itulah yang menginspirasi Arifin (41) melakukan hal yang sama  terhadap Supri (58), namun kali ini tidak dilakukan di lapangan sepak bola, namun di tempat kerja Supri di pintu masuk tol Paspro Desa Clarak Leces. Supri yang sore itu (23/12/17) sedang berjaga dalam pos pantau proyek didatangi oleh Arifin. Nampaknya Arifin hendak melampiaskan kekecewaannya terhadap Supri yang menurutnya telah melaporkan dirinya ke polisi karena telah mencuri besi di area proyek sehingga menyebabkan dirinya dibui selama 4 bulan.

Dengan emosi yang membara, Aripin langsung bertanya pada Supri siapa yang telah melaporkan dirinya ke polisi. Supri yang ditanya pun mengelak jika dirinya yang melaporkan ke polisi. Tensi percakapan pun menjadi tinggi, beberapa teman Supri yang juga sedang berjaga akhirnya berusaha meredakan amarah Aripin, dan Aripin pun disuruh pulang. Entah setan mana yang membisiki Aripin, belum juga sampai dirumah dirinya kembali ke tempat Supri bekerja, dan tanpa ba bi bu lagi “Dhuokk!!” satu tandukan ala Zidane pun telak mendarat di wajah Supri. Supri pun sukses terjengkang. Puas melakukan aksinya Aripin kemudian pulang ke rumahnya. Lain dengan Supri yang dengan ditemani beberapa rekan kerjanya, melapor ke Polsek Leces perihal kejadian yang baru saja dialaminya. Laporan Supri segera diproses oleh petugas saat itu.

Singkat cerita setelah melalui serangkaian proses penyidikan, akhirnya Supri pun mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Supri sekeluarga. Bak gayung bersambut, usaha Aripin yang ogah masuk bui ke dua kalinya itu akhirnya mendapat respon positif dari Supri. Dan finalnya kemarin (11/01/18), Kanit Reskrim Leces Aiptu Rosyimin menginisiasi pertemuan antara Supri dan Aripin. Setelah menerima permintaan maaf dari Supri dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali maka Aripin membuat surat pernyataan yang kemudian ditandatanginya bersama Supri dan perwakilan keluarga yang menyaksikan.


Kapolsek Leces melalui Kanit Reskrimnya, Rosyimin menjelaskan bahwa antara pelapor dan pelapor sudah saling memaafkan, pelapor tidak menuntut dan pelapor bersedia mencabut laporannya. “Kedepan akan kami gelar perkara ini untuk penghentian penyidikannya.”, tutup polisi aseli pulau garam tersebut.(ptn)