Friday, November 9, 2018

Polres Probolinggo : Warga Sukapura Ramaikan Peringatan Sumpah Pemuda Dengan Drama Kolosal Dengan Tema Perjuangan

Mengambil tema perjuangan segenap pemuda serta warga dengan dihadiri oleh Pihak Kepolisian, TNI, Dinas Pendidikan, Pemerintahan serta warga sukapura. Suara senapan dan dentuman meriam wewarnai serangan pasukan Bung Tomo, merebut Gedung Yamato, Surabaya, yang dikuasai kolonial. Peristiwa meletus setelah perundingan antara Sudirman dan Mr. W.V.Ch Ploegman, untuk menurunkan bendera Belanda, di atas gedung yang sekarang berubah nama menjadi Hotel Majapahit, gagal.

Para pejuang murka dengan Belanda yang dianggap melakukan pengibaran bendera secara semena-mena. Padahal Indonesia, telah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelumnya. Itulah satu penggalan peristiwa heroik dan dramatis, di awal berdirinya Republik Indonesia, pada 17 Agustus 1945. Kisah ini melukiskan saat-saat sebelum dan sesudah peristiwa 10 November 1945.

Selanjutnya, dengan spontan penduduk desa mengibarkan sang saka Merah Putih. Hampir disetiap pelosok kampung, mulai dari lorong-lorong sempit, hingga jalan-jalan utama desa, terpasang bendera Merah Putih.

Demikian teatrikal peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan pada Jumat (9/11/2018). Sekitar 100 siswa sekolah, dan puluhan penduduk Sukapura, terlibat dalam adegan tersebut.

Bung Tomo yang diperankan oleh salah satu anggota Koramil Sukapura berhasil menyita perhatian undangan. Dengan konsep yang unik dan luar biasa dari mulai kejar-kejaran, perang senjata, ditambah adegan-adegan laga yang ekstrim, berani, lucu, dan dramatis. Benar-benar memberi gambaran yang cukup rinci tentang sebuah perjuangan pada masa itu.

Sementara lokasi teatrikal dipilih halaman sekaligus rumah peninggalan Belanda yang dibangun sejak tahun 1922 silam. Bangunan rumah tersebut juga masih nampak asli dan terawat. Sekedar diketahui, rumah kuno berada di Desa/Kecamatan Sukapura, itu kini milik seorang pengusaha tokek di Kecamatan Leces. Letaknya persis di seberang jalan SPBU Sukapura.

“Banyak peninggalan sejarah di Sukapura. Melalui momentum hari pahlawan inilah kami mencoba mengingatkan kembali masyarakat Internasional, bahwa wilayah Sukapura, juga pernah menjadi basis kolonial,” katanya Bripka Imam Syafi'i yang kala itu menggunakan baju belanda. "lewat kegiatan ini ingin saya bangkitkan jiwa nasionalisme pemuda dan penduduk Sukapura, melalui teatrikal itu,” tutup Imam Safi'i yang juga menjabat sebagai kasium Polsek Sukapura.