Sunday, December 9, 2018

Pendekatan Aap Terhadap Penarik Amal Di Jalan

Tribratanews Polres Probolinggo | Leces - Maraknya penarikan amal di jalan umum maupun di jalan desa di daerah tapal kuda telah menjadi pemandangan yang biasa. Ada yang mengatakan keberadaan mereka menganggu, ada yang mengatakan mereka juga cukup membantu tapi banyak juga yang enggan berkomentar akan fenomena ini. Bahkan ulama pun berbeda sikap menghadapi fenomena ini. Sebagaimana diketahui beberapa tahun yang lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang MUI Sumenep MUI Pasuruan telah mengeluarkan fatwa haram akan dilarangnya (baca : haram) menarik sumbangan di jalan umum untuk pembangunan masjid maupun kegiatan sosial lainnya. Masih belum diketahui bagaimana MUI Probolinggo menyikapi hal ini.

Terlepas dari fenomena tersebut, Polsek Leces memiliki cara tersendiri terkait adanya beberapa titik jalan yang digunakan sebagai lokasi penarikan sumbangan. Terdapat 2 titik penarikan sumbangan di sepanjang Jl Raya Lumajang - Probolinggo Kecamatan Leces, yaitu di Jl Raya Leces Desa Jorongan dan Jl Raya Leces Desa Malasan Kulon. Patroli Polsek Leces siang itu (12/2018) sengaja singgah di lokasi penarikan sumbangan yang tersebut terakhir. Kendaraan Patroli 801 yang diawaki oleh Aiptu Aap dan seorang personil lainnya segera mengambil posisi parkir dan personil mendekat gardu yang biasa dijadikan tempat untuk siaran amal.

Kehadiran dua polisi tersebut menarik perhatian petugas penarik sumbangan, Aap pun mengumpulkan penanggungjawab penarikan sumbangan masjid di gardu. Diketahui masjid yang akan dibangun adalah masjid Nurul Iman dan Marto (50) adalah ketua takmirnya. Aap menyampaikan maksud kedatangannya kali itu adalah patroli sekaligus sambang Desa Malasan Kulon. Diantara himbauannya adalah bahwa hendaknya penarikan sumbangan tidak mengganggu arus lalu lintas, dan dapat menjadi mitra polri sebagai penyampai informasi jika terjadi gangguan lalulintas maupun kriminalitas di sekitar lokasi penarikan amal.

Marto (mengenakan topi merah) dan anak buahnya tampak antusias mendengarkan arahan dari Aap. Setelah beberapa saat terjadi dialog yang intens antara Marto dan Aap, keduanya saling bertukar nomor kontak sebagai jaringan informasi. Kemudian Aap beserta rekannya melanjutkan patroli ke arah tapal batas Probolinggo - Lumajang. (ptn)